Fakta-fakta Kematian Satu Keluarga saat Glamping di Temanggung

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Kepolisian menyampaikan perkembangan penyelidikan kematian satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak saat glamping di kawasan wisata Posong, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Keempat korban adalah ayah Muhamad Ali Munawar (52 tahun), ibu Maghfirah (43 tahun), anak sulung Bagas Amar Hakiki (21 tahun), serta anak bungsu mereka Alvino Evan Hakim (16 tahun) tewas terbaring di atas kasur di dalam tenda glamping.

Mereka diduga keracunan paparan gas karbon monoksida (CO) yang berasal dari gas portabel.

Fakta terbaru, polisi mendapati gas portabel di dalam tenda tempat para korban tidur.

Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Anwar Nasir mengatakan, gas portabel itu digunakan korban untuk barbeku-an pada malam hari. Usai kegiatan itu, gas ditaruh dalam tenda.

"Tabung gas juga dilakukan pemeriksaan. (Posisi gas) di dalam tenda itu," ujar Anwar di Polda Jateng, Jumat (29/5).

Anwar tidak merinci berapa jumlah gas portabel dalam tenda tersebut. Ia hanya bisa memastikan jumlahnya lebih dari satu.

"Mohon maaf saya lupa ya kemarin disita itu. Tapi iya (lebih dari satu)," sebut dia.

Tenda Tidak Memiliki Ventilasi

Ia menjelaskan, orang tewas karena keracunan gas karbon monoksida atau CO sangat mungkin terjadi. Apalagi tenda glamping tersebut tidak memiliki ventilasi.

"Ya, ini yang banyak kejadian seperti ini. Misalnya mobil nyala pakai AC, mobil berhenti ya. Kemudian ditutup rapat, nah itu yang berbahaya. Nah yang sering, mati lemas, kan sering kejadian seperti itu," jelas Anwar.

Namun, selain dugaan keracunan gas, pihaknya juga memeriksa adanya kemungkinan penyebab lain, seperti keracunan makanan.

"Kemungkinan dugaan sementara masih ada dua yaitu akibat dari gas yang ditimbulkan oleh kompor gas dari saat BBQ malam hari. Atau yang kedua adalah makanan ini. Makanan seperti daging sudah diperiksa labfor," tuturnya.

"Tentunya kita menunggu hasil penyidik masih menunggu hasil toksikologi dari Labfor ini," sebut Anwar.

Ia menyebut, peristiwa kematian pengunjung atau wisatawan yang meninggal saat glamping di objek wisata Posong baru pertama kali terjadi.

Berikut kronologis kejadian tersebut:

Selasa, 26 Mei 2026Pukul 21.05 WIB

Satu keluarga yang terdiri dari ayah Muhamad Ali Munawar (52), ibu Maghfirah (43), anak sulung Bagas Amar Hakiki (21), serta anak bungsu mereka Alvino Evan Hakim (16), tiba di glamping tersebut. Mereka menempati tenda nomor 3.

Rabu, 27 Mei 2026Pukul 09.00 WIB

Petugas glamping mengantarkan makanan, namun tidak ada respons dari satu keluarga tersebut.

Pukul 11.30 WIB

Petugas kembali ke tenda untuk melakukan bersih-bersih karena sudah mendekati waktu check-out dan menyapa dari luar, namun tidak ada jawaban.

Pukul 15.45 WIB

Petugas lalu membuka tenda glamping tersebut karena tidak ada jawaban sejak tadi pagi. Namun, ternyata setelah dibuka, petugas justru melihat empat orang yang berada di dalam tenda tersebut dalam keadaan meninggal dunia.

Polisi lalu melakukan olah TKP dan mengautopsi seluruh jasad korban.

Jumat, 29 Mei 2026Pukul 16.00 WIB

Keempat jenazah tiba di Desa Kebumen, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, dan langsung dimakamkan.

Perkiraan Waktu Kematian

Kasat Reskrim Polres Temanggung, AKP Komang Mahendra Deputra, mengatakan meski belum diketahui waktu yang pasti namun sudah ada perkiraan waktu kematiannya.

"Waktu belum bisa dipastikan. Kemungkinan saat malam sampai pagi hari," ujar Mahendra, Jumat (29/5).

Namun, ia mengungkap, ada jangka waktu yang cukup lama antara waktu kematian dengan waktu ditemukannya keempat jenazah korban.

"Nggih betul (ada jeda 12 jam sebelum ditemukan)," jelas dia.

Pengelola Glamping Diperiksa

Polisi telah memeriksa pengelola glamping sebagai saksi atas kasus kematian ini.

Mahendra mengatakan ada empat orang dari pihak pengelola glamping tersebut yang sudah diperiksa.

"Saksi yang diperiksa dari pihak pengelola, ada empat orang," ujar Mahendra, Jumat (29/5).

Terkait apakah ada unsur kelalaian dari pihak pengelola glamping, kepolisian masih menunggu hasil dari pemeriksaan forensik.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pria Tewas Tergantung di Pohon Pinggir Danau Sunter, Polisi Selidiki
• 22 jam laludetik.com
thumb
Mama Sinta Klaim Tak Pernah Diajak Main Film Pesta Babi, Minta Penayangannya Dihentikan
• 15 jam lalukompas.com
thumb
Aturan Resmi Terbit! Lemigas Disiapkan Jadi BLU Buat Impor Minyak-LPG
• 19 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Badai PHK Belum Usai, 20 Ribu Buruh Terancam Kehilangan Pekerjaan! Sektor Manufaktur Paling Besar
• 7 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Nabila Ishma Mantan Almarhum Eril Diduga Punya Cowok Baru, Netizen: Pacar Teman Ditikung
• 59 menit laluviva.co.id
Berhasil disimpan.