Tragedi Balita di Bekasi Tewas Mengenaskan di Tangan Paman Sendiri

detik.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Nasib malang menimpa bayi berusia dua tahun di Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat. Balita itu tewas dibunuh oleh paman sendiri.

Jasad korban ditemukan pada Rabu (27/5) di sebuah kontrakan di wilayah Jatisampurna. Korban ditemukan bersama pamannya berinisial G (18) di dalam kamar kontrakan tersebut.

"Iya, betul (korban ditemukan dengan luka tusuk). Itu bersama omnya. Ditemukan di kamar. Jadi bentuknya kontrakan, sudah ada dapur dan kamar jadi satu," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Andi Muhammad Iqbal saat dihubungi wartawan, Kamis (28/5/2026).

Paman korban sempat dites kejiwaannya. Polisi kemudian menetapkan G sebagai tersangka pembunuhan.

Baca juga: Polisi Amankan Terduga Pembunuh WN Korsel di Bekasi

Belasan Luka Tusuk dan Sayatan

Kondisi korban terhitung tragis saat ditemukan. Ada bekas luka tusuk dan luka sayatan di bagian pipi. Sementara itu, pamannya mengalami luka tusuk di dada dan luka di bagian pipi.

"(Lukanya) di kepala, wajah, badan, sampai selangkangan. Jadi banyak luka tusukan dan luka iris. Pipinya juga diiris sampai terbuka bagian mulutnya itu. Saya rasa lebih dari sepuluh lukanya," jelasnya.

"Kalau omnya, luka tusuk ada di dada, kemudian luka di pipi kiri dan kanan," tambahnya.

Paman Alami Gangguan Jiwa

Andi menyampaikan, berdasarkan keterangan nenek korban, paman korban pernah dibawa ke psikiater karena mengalami gangguan kejiwaan.

Baca juga: KPK: Bupati Fadia Ancam Pecat Staf Outsourcing yang Tak Pilih Dia di Pilkada

"Iya, berdasarkan hasil penyelidikan dan investigasi di lapangan, kami mendapatkan informasi dari ibunya yang bersangkutan. Memang sebelumnya yang bersangkutan pernah dibawa ke psikiater dan memiliki gangguan kejiwaan serta rutin mengonsumsi obat," tuturnya.

Berdasarkan keterangan saksi, paman korban disebut tidak mengonsumsi obat karena pihak keluarga tidak memiliki uang untuk membeli obat tersebut.

"Namun dua hari ini dia tidak mengonsumsi obat karena ibunya tidak ada uang untuk membeli obat lagi," ucapnya.




(ygs/lir)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kebakaran RS Syekh Yusuf di Gowa: Hanguskan Ruang Radiologi, Tak Ada Korban Jiwa
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Kronologi Jalan Ambles di Lenteng Agung arah Depok
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Drone Rusia Jatuh di Rumania, Bukares: Ini Menuntut Respons Tegas
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Indonesia Women Fest 2026 Ajak Pelaku Usaha Perempuan Migrasi ke Transaksi Digital
• 19 jam lalugrid.id
thumb
Selain Fadia Arafiq, KPK Incar Keterlibatan Pihak Lain di Kasus Pengadaan Jasa Outsourcing Pemkab Pekalongan
• 5 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.