Jangan Timbun Uang di Rekening, Maksimal Segini Menurut Ahli Keuangan

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: Infografis/ Utang RI/ Edward Ricardo

Jakarta, CNBC Indonesia - Kebiasaan menyimpan uang di rekening bank memang masih menjadi salah satu pilihan utama bagi masyarakat umum. Pasalnya, memiliki dana likuid krusial untuk menjaga stabilitas domestik, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi.

Namun, menaruh terlalu banyak dana di satu tempat justru bisa menjadi bumerang. Pasalnya, ada beberapa risiko yang bisa terjadi, mulai dari fraud, inflasi yang menggerus nilai uang, hingga potensi kesalahan transaksi.


Lantas, berapa nilai yang aman disimpan di rekening bank? Para perencana keuangan umumnya menyarankan agar dana yang tersimpan di rekening cukup untuk memenuhi kebutuhan atau membayar tagihan selama satu bulan.

"Rekening tabungan sering kali tidak memiliki perlindungan seperti kartu kredit," yang berarti bahwa "dana bisa lebih sulit untuk dikembalikan" jika kartu Anda dibobol, ucap Jessica Goedtel, perencana keuangan bersertifikat di Pennsylvania, dilansir CNBC Make It.

Simpan di Instrumen yang Lebih Produktif

Karena itu, menimbun uang tunai dalam jumlah besar di rekening bukanlah langkah yang bijak. Bahkan, menurut Gregory Guenther, cukup simpan dana untuk kebutuhan satu hingga dua minggu saja di rekening, sementara sisanya bisa dialokasikan ke instrumen yang lebih produktif.

Pilihan Redaksi
  • Cara Cerdas Kelola Keuangan Multi-Mata Uang Ala Bank DBS Indonesia

"Jika terlalu sedikit, Anda akan merasa cemas tentang setiap gesekan; tapi jika terlalu banyak, Anda akan kehilangan pertumbuhan dalam akun dengan imbal hasil yang lebih tinggi. Titik yang tepat bersifat pribadi, tetapi itu akan membuat Anda hidup tanpa harus memeriksa ulang saldo Anda sebelum membeli bahan makanan," tegas Gregory.

Siapkan Tabungan Darurat

Perlu diingat, menyimpan sejumlah uang di rekening untuk kebutuhan sehari-hari berbeda dengan dana darurat.

Tabungan darurat dimaksudkan untuk pengeluaran besar yang tak terduga, seperti tagihan medis atau kehilangan pekerjaan.

Perencana keuangan biasanya menyarankan untuk menyisihkan tabungan darurat yang nilainya setara tiga hingga enam bulan di tempat terpisah yang mudah diakses, seperti rekening tabungan berbunga tinggi. Dengan begitu, uang tersedia saat Anda membutuhkannya kapanpun dan tanpa risiko.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: BBM Non-Subsidi Naik, Inflasi April Diramal Naik ke 2,72% (yoy)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Telkom Indonesia Mencatat Pendapatan Rp37,2 Triliun pada Kuartal I 2026 di Tengah Transformasi TLKM 30
• 9 jam lalupantau.com
thumb
Perankan Korban KDRT di Film Suamiku Lukaku, Ini Kata Acha Septriasa
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Gagal Rampas Motor, Begal di Medan Tewas Usai Tabrak Trotoar
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Saat Presiden Prabowo Dikawal Pasukan Berkuda Bertemu Macron di Prancis
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Simak Kondisi Terkini Lalu Lintas di Jalan Ambles Lenteng Agung
• 13 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.