Lima Fakta Kasus Kematian Satu Keluarga di Tenda Glamping Temanggung,

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, TEMANGGUNG -- Polres Temanggung masih menyelidiki kasus kematian satu keluarga saat menginap di fasilitas glamping di objek wisata Posong. Belum dipastikan penyebab kematian meski terdapat dua dugaan penyebab kematian mereka, yakni akibat menghirup kebocoran gas portabel dan keracunan makanan.

Berikut lima fakta kasus kematian satu keluarga di Temanggung

Baca Juga
  • Netanyahu Ingin Caplok 70 Persen Gaza, Hamas: Pembersihan Etnis yang Sangat Berbahaya
  • Laporan Media Barat: UEA Sejak Awal Terlibat Menyerang Iran
  • Panggilan Sejarah, Ratusan CSO, Aktivis, dan Intelektual Gelar

1. Memasak dengan Barbeque

Tenda glamping yang diinapi keempat korban, yakni MAM (52 tahun), M (43 tahun), AEH (17 tahun) dan BAH (21 tahun), bertumpu pada sebuah struktur seperti panggung dan berbentuk seperti oktagon dengan atap mengerucut.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Di depan pintu tenda terdapat teras berlantai kayu dengan panjang sekitar satu meter. Meski berada di luar ruangan, bagian teras tersebut masih dinaungi tenda di atasnya.

Kasi Humas Polres Temanggung Iptu Widodo mengungkapkan,

pada malam ketika satu keluarga asal Ambarawa, Kabupaten Semarang, itu tiba di fasilitas glamping, yakni pada Selasa (26/5/2026), mereka memasak sejumlah makanan dengan cara barbeque di teras tenda.

Menurut Widodo, satu set gas portabel yang digunakan keluarga korban ditemukan di area teras.

2. Ventilasi Tenda Ditutup

Iptu Widodo menerangkan, area teras glamping dengan tempat tidur di dalam tenda hanya tersekat pintu dengan sistem ritsleting. Kendati begitu area di dalam tenda tetap memiliki ventilasi.

“Ventilasinya ada. Tapi waktu kita cek, itu ditutup ventilasinya,” ungkap Widodo ketika diwawancara, Jumat (29/5/2026).

Widodo menambahkan, terdapat dua lubang ventilasi di dalam tenda. Namun keduanya ditutup oleh keluarga korban menggunakan jaring pencegah nyamuk. “Pada malam kejadian itu memang dingin sekali. Kemudian semua ventilasi ditutup,” ucapnya.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemutihan Pajak Kendaraan DKI Jakarta 2026: Sanksi PKB dan BBNKB Dihapus hingga 31 Agustus
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Tiba di Candi Mendut, Api Dharma Mrapen Disakralkan Jelang Hari Raya Waisak 2026
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Rooms Inc Tawarkan Promo Paket Pernikahan
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
Gunung Semeru Erupsi Malam Ini, Kolom Abu Capai 2.000 Meter
• 15 jam lalurctiplus.com
thumb
Target Perbaikan Jalan Lenteng di Agung 2-3 Hari, Malam Ini Pasang Box Culvert
• 20 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.