Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa Rusia sedang mempersiapkan serangan besar-besaran baru terhadap negaranya. Zelensky menyerukan kepada penduduk untuk mengambil tindakan untuk berlindung.
Dilansir AFP, Sabtu (30/5/2026), Kyiv terkena dampak yang sangat parah akhir pekan lalu oleh serangan bombardir besar-besaran Rusia. Serangan ini salah satu yang terbesar sejak invasi skala penuh Kremlin pada tahun 2022.
Moskow telah memperingatkan diplomat asing untuk meninggalkan Kyiv. Rusia mengancam akan meningkatkan serangan karena mereka berupaya membalas serangan Ukraina terhadap asrama dan sekolah menengah kejuruan di wilayah Luhansk yang diduduki Rusia, yang menurut Moskow menewaskan 21 orang.
"Kami memiliki informasi intelijen tentang Rusia yang sedang mempersiapkan serangan besar-besaran baru," kata Zelensky dalam pesan media sosial.
"Harap perhatikan peringatan udara, lindungi hidup Anda. Layanan kami bekerja secara efisien dan siap; Angkatan Udara dan para pembela langit kita lainnya akan bertugas 24/7, seperti biasa," katanya.
Presiden Ukraina telah mengulangi seruannya kepada sekutu untuk mengizinkan dan membiayai pasokan rudal Patriot, yang dapat mencegat rudal balistik Rusia.
Ia menulis surat kepada Presiden AS Donald Trump dan Kongres AS awal pekan ini meminta sistem Patriot untuk menanggapi serangan udara Rusia yang semakin intensif.
Ukraina juga telah meningkatkan serangannya terhadap wilayah pendudukan dan terhadap Rusia sebagai balasan atas pemboman harian Rusia.
Upaya yang dimediasi AS untuk menegosiasikan pengakhiran konflik telah terhenti sejak pecahnya perang di Timur Tengah, yang menyerap perhatian dan sumber daya Washington.
(lir/lir)





