Modus Baru Komplotan Begal di Jakbar, Buntuti Korban Lalu Memfitnah Aniaya Keluarga Pelaku

tvonenews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Akhir-akhir ini aksi begal makin meresahkan masyarakat. Berbgai modus dilakukan para begal demi melancarkan aksinya.

Terbaru, polisi berhasil meringkus tiga orang komplotan begal bermodus penuduhan (fitnah) dan pengeroyokan yang beraksi di kawasan Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat.

Para pelaku menjalankan aksinya secara berkelompok dengan cara membuntuti korban di jalan sebelum memfitnah atau mengintimidasi.

Kanit Reskrim Polsek Cengkareng AKP Parman Gultom mengatakan para pelaku lebih dulu memepet kendaraan target dan melontarkan tuduhan seolah-olah korban telah melakukan kekerasan terhadap keluarga mereka.

“Kronologisnya mereka mengikuti korban dari belakang. Setelah memepet motor, mereka mengatakan, ‘Kamu tadi menganiaya adik saya ya?’ Setelah itu korban dipinggirkan,” kata Gultom kepada wartawan di Jakarta, pada Jumat (29/5/2026).

Ilustrasi begal.
Sumber :
  • Antara

Setelah korban berhenti, para pelaku mulai melakukan intimidasi secara beramai-ramai. Korban disebut dikerubungi hingga mengalami tekanan psikologis sebelum akhirnya dianiaya dan dirampas barang berharganya.

“Bahasa gaulnya 'diburung-burungin'. Dikerubungi, kemudian motor diambil. Bukan hanya motor, handphone korban juga diambil dan korbannya dianiaya,” ucap Gultom.

Korban mengalami kekerasan fisik berupa pemukulan dan pendorongan hingga terjatuh. 

Meski tidak menggunakan senjata tajam, para pelaku disebut memanfaatkan benda-benda di sekitar lokasi untuk melukai korban.

“Korbannya dipukul, ditonjok, didorong sampai jatuh. Mereka tidak menggunakan senjata tajam, tapi kalau ada batu atau benda di lokasi itu digunakan untuk menganiaya korban,” jelasnya.

Gultom menuturkan aksi tersebut dilakukan secara berkelompok dengan jumlah pelaku antara tiga hingga empat orang. 

Modus yang digunakan pelaku membuat korban ketakutan dan tidak mampu melawan karena merasa tertekan.

Adapun penangkapan terhadap ketiga pelaku dilakukan pada 23 dan 24 Mei 2026 di tempat tinggal mereka di kawasan Pakuwon, Bekasi.

Polisi pun menduga kelompok ini tidak hanya beraksi satu kali. Saat ini penyidik masih melakukan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan lokasi kejadian lain dan keterlibatan pelaku dalam kasus serupa.

“Masih ada yang kita ungkap nanti ke depannya. Modusnya sama juga, 'diburung-burungin',” kata Gultom.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Timwas Haji DPR Usul Bangun Tenda Bertingkat Solusi Kepadatan di Mina
• 18 jam lalukompas.com
thumb
Pria Bawa Mandau Jatuh dari Lantai 2 Lawang Sewu, Diduga Terpeleset
• 19 jam laludetik.com
thumb
Bagas, Korban Tewas di Tenda Wisata Temanggung Akan Diwisuda Tahun Ini, Nyaris Selesaikan Skripsi Sastra Prancis UGM
• 22 jam lalugrid.id
thumb
PSSI Sediakan 35 Ribu Tiket untuk Uji Coba Timnas Indonesia Vs Oman dan Mozambik: Berapa Sudah Terjual?
• 22 jam lalubola.com
thumb
Pacu Iklim Kompetisi Daerah, Kemendagri Gelar Apresiasi Pemda 2026 Regional Sulawesi
• 6 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.