Kementerian PKP Garap Bedah Rumah 8.973 Unit di Sultra, Anggarannya Capai Rp179 Miliar

idxchannel.com
8 jam lalu
Cover Berita

Kementerian PKP meluncurkan program bedah rumah di Sulawesi Tenggara (Sultra) yang menyasar 8.973 unit dengan anggaran Rp179 miliar.

Kementerian PKP Garap Bedah Rumah 8.973 Unit di Sultra, Anggarannya Capai Rp179 Miliar. (Foto: Dok. Kementerian PKP)

IDXChannel - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meluncurkan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Se-Sulawesi Tahun 2026 di Kelurahan Poasia, Kecamatan Abeli, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (29/5/2026). 

Peluncuran program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat peningkatan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui program bedah rumah.

Baca Juga:
Realiasi Anggaran Kementerian PKP Capai Rp1,38 Triliun, Mayoritas untuk Bantuan Rumah

Maruarar menyampaikan bahwa Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) memperoleh alokasi BSPS sebanyak 8.973 unit rumah pada Tahun Anggaran 2026 dengan total anggaran mencapai Rp179,46 miliar. Setiap penerima bantuan memperoleh dukungan dana sebesar Rp20 juta untuk memperbaiki atau meningkatkan kualitas rumah tidak layak huni menjadi hunian yang sehat, aman, dan layak.

“Jumlah bantuan rumah di Sulawesi Tenggara tahun ini meningkat sangat signifikan dibandingkan 2025 yang hanya mencapai 1.129 unit. Kami berharap ke depan jumlah bantuan dapat terus bertambah sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat program ini,” ujar Maruarar dalam keterangan resmi dikutip Sabtu (30/5/2026).

Baca Juga:
Menteri PKP Sebut Realisasi Kredit Program Perumahan (KPP) Nasional Tembus Rp16,2 Triliun

Menurut Maruarar, pelaksanaan perbaikan rumah dijadwalkan mulai Juni 2026 dan ditargetkan selesai pada Agustus 2026. Kementerian PKP akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pemerintah daerah guna memastikan pelaksanaan program berjalan tepat waktu, tepat mutu, dan tepat sasaran.

Pada kegiatan tersebut, Menteri PKP didampingi Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae, Anggota Komisi V DPR RI Ahmad Safei, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, serta Wali Kota Kendari Siska Karina Imran. Rombongan juga meninjau langsung kondisi rumah warga penerima bantuan BSPS di kawasan Poasia, Kendari.

Baca Juga:
Menteri PKP Targetkan Sebagian Unit Rusun Meikarta Akad di 2026 

Pada kesempatan itu, Maruarar menyampaikan apresiasi kepada Badan Pusat Statistik (BPS) atas dukungan data yang digunakan dalam penyaluran bantuan perumahan. Data yang akurat dinilai sangat penting untuk memastikan bantuan pemerintah dapat diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

 “Kami berterima kasih kepada Kepala BPS dan seluruh jajaran karena data yang baik menjadi fondasi penting agar program bantuan perumahan tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” katanya.

Berdasarkan data alokasi BSPS Tahun 2026, sebanyak 7.238 unit dialokasikan untuk wilayah pesisir, 902 unit untuk wilayah perdesaan, dan 833 unit untuk wilayah perkotaan. Peningkatan alokasi tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperluas akses terhadap hunian layak sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di berbagai wilayah Sulawesi Tenggara.

Khusus di Kota Kendari, Kementerian PKP mengalokasikan 548 unit BSPS yang tersebar di 11 kecamatan. Alokasi terbesar berada di Kecamatan Puuwatu sebanyak 73 unit, Kendari Barat 63 unit, Kendari 60 unit, Mandonga 58 unit, Poasia 57 unit, Nambo 54 unit, Abeli 53 unit, Baruga 49 unit, Kambu 37 unit, Wua-Wua 24 unit, dan Kadia 20 unit.

Melalui Program BSPS, Kementerian PKP terus mendorong terwujudnya rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung pembangunan permukiman yang berkualitas di seluruh Indonesia.

(Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
2 Cucunya Absen Saat Hari Raya Idul Adha, Ibu Kandung Okin Diduga Menyindir Rachel Vennya: Lebaran Mengukir Prestasi
• 42 menit lalugrid.id
thumb
Microsoft Ingin Copilot Jadi Asisten Kesehatan Pribadi, Bisa Jawab Pertanyaan hingga Rekam Medis
• 5 jam lalumedcom.id
thumb
Manuver Safari Jokowi dan PSI ke Daerah, PDI-P Paling Terancam?
• 6 jam lalukompas.id
thumb
Lensa Berbicara: Atasi Kepadatan Penumpang, Green Line Ditargetkan Gunakan KRL SF12
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
26 Saham Naik Kelas ke Papan Utama Mulai Mei 2026, Intip Deretan Emitennya
• 23 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.