Roket Blue Origin Meledak saat Uji Coba, Rencana Pangkalan Bulan NASA Terancam

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Roket New Glenn milik perusahaan Blue Origin yang didirikan Jeff Bezos dikabarkan meledak saat menjalani uji coba di Florida, Amerika Serikat, pada Kamis (28/5) waktu setempat. Insiden ini disebut mengancam rencana NASA untuk membangun pangkalan di Bulan dan mengembalikan manusia ke satelit alami Bumi dalam dua tahun ke depan.

Bola api raksasa melalap dan menghancurkan landasan peluncuran di Kennedy Space Center hanya beberapa detik setelah dimulainya uji mesin statis (hotfire test) yang dijadwalkan pada pukul 21.00 (28/5) waktu setempat. Cahaya jingga dari ledakan bahkan terlihat hingga Fort Pierce, sekitar 185 kilometer di selatan lokasi kejadian.

New Glenn merupakan jenis roket yang direncanakan Blue Origin untuk mengirim wahana pendarat ke Bulan bagi NASA, termasuk wahana yang nantinya akan membawa astronaut ke permukaan Bulan.

Jeff Bezos, pendiri Blue Origin, menyatakan seluruh karyawan perusahaannya dalam keadaan selamat dan tidak mengalami cedera. Namun, ia mengakui insiden tersebut menjadi pukulan berat bagi perusahaan.

“Masih terlalu dini untuk mengetahui penyebab pastinya, tetapi kami sudah mulai melakukan investigasi. Hari yang sangat berat, tetapi kami akan membangun kembali apa pun yang perlu dibangun dan kembali terbang. Semua ini sepadan,” tulis Bezos melalui media sosial sebagaimana dikutip The Guardian.

Pada Selasa (26/5) lalu, NASA mengumumkan bahwa Blue Origin memenangkan kontrak untuk meluncurkan misi pertama dari tiga misi yang direncanakan tahun ini guna memulai pembangunan pangkalan Bulan senilai 20 miliar dolar AS.

Blue Origin juga tengah bersaing dengan SpaceX milik Elon Musk untuk menyediakan wahana pendarat bagi misi Artemis IV yang dijadwalkan pada 2028. Misi tersebut akan menjadi pendaratan manusia pertama di Bulan sejak tahun 1972.

Administrator NASA, Jared Isaacman, mengatakan lembaganya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jadwal program setelah insiden ledakan yang oleh Blue Origin disebut sebagai anomali.

“Penerbangan luar angkasa tidak mengenal toleransi terhadap kesalahan, dan pengembangan roket pengangkut berat generasi baru adalah pekerjaan yang sangat sulit,” tulis Isaacman di platform X.

Ia menambahkan NASA akan bekerja sama dengan para mitra untuk mendukung investigasi menyeluruh, menilai dampak jangka pendek terhadap misi, serta memastikan program peluncuran dapat kembali berjalan.

“Kami akan memberikan informasi mengenai dampaknya terhadap program Artemis dan Moon Base ketika sudah tersedia,” ujarnya.

Getaran Ledakan Terasa hingga Ratusan Kilometer

Gelombang kejut akibat ledakan dilaporkan terasa di sepanjang pesisir Atlantik Florida yang dikenal sebagai Space Coast. Bahkan sejumlah warga di Carolina Selatan, ratusan kilometer di utara, mengaku melihat cahaya terang di langit.

Siaran langsung yang ditayangkan organisasi berita kedirgantaraan NSF menangkap momen munculnya kobaran api besar dari lokasi peluncuran. Sejumlah rumah di Cape Canaveral dan Cocoa Beach dilaporkan bergetar sekitar pukul 21.00, Kamis (28/5) waktu setempat, membuat warga bertanya-tanya melalui media sosial mengenai apa yang sebenarnya terjadi.

Kompleks Peluncuran 36 di Cape Canaveral Space Force Station memang dapat terlihat dari area pantai, sehingga foto-foto bola api berwarna jingga dengan cepat menyebar di internet.

Pejabat penanganan darurat menyatakan tidak ada ancaman bagi masyarakat akibat asap maupun bahaya lain dari insiden tersebut. Namun, api masih terlihat membakar area landasan peluncuran lebih dari dua jam setelah ledakan terjadi.

Persaingan Ketat dengan SpaceX

Blue Origin dalam beberapa tahun terakhir mengalami sejumlah hambatan saat berupaya bersaing dengan SpaceX dalam mendapatkan kontrak NASA untuk program Artemis.

Pada penerbangan ketiga New Glenn bulan lalu, muatan yang dibawa roket dilaporkan masuk ke orbit yang salah. Akibatnya, roket tersebut sempat dilarang terbang sementara oleh Federal Aviation Administration (FAA).

Uji coba pada Kamis ini merupakan pengujian statis pertama sejak FAA memberikan izin kepada New Glenn untuk kembali beroperasi pekan lalu. Hingga kini FAA belum memberikan komentar apakah ledakan tersebut akan memicu investigasi baru.

Baik Blue Origin maupun SpaceX telah membangun fasilitas besar di sekitar Cape Canaveral untuk mendukung misi berawak dan pengiriman kargo yang dijalankan bersama NASA.

Dalam program Artemis III yang dijadwalkan berlangsung pada 2027, NASA akan menguji wahana Blue Moon milik Blue Origin dan Starship Human Landing System (HLS) milik SpaceX untuk menentukan kendaraan mana yang akan membawa kru Artemis IV dari kapsul Orion menuju permukaan Bulan. Elon Musk pun turut menanggapi insiden tersebut.

“Sangat disayangkan. Roket memang sulit,” tulis Musk di platform X.

Selain program antariksa, Bezos juga memiliki kepentingan besar di sektor wisata luar angkasa. Pada April 2026 lalu, Blue Origin sempat menjadi sorotan setelah menerbangkan kru perempuan seluruhnya, termasuk presenter televisi Gayle King dan penyanyi Katy Perry, ke luar angkasa.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bali Sumbang 55 Persen Devisa Pariwisata Nasional, Angkanya Tembus Rp176 Triliun pada 2025
• 1 menit lalutvonenews.com
thumb
Mendagri: IPDN Pilar Penguatan Profesionalisme ASN dan Ketahanan Negara
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Identitas Korban Tewas dan Luka Kecelakaan Jip Wisata Bromo, Ini Nama-namanya
• 3 jam lalurctiplus.com
thumb
LAN: ASN harus jadi teladan etika digital berdasarkan Pancasila
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
NYT: Draf kesepakatan AS-Iran mencakup "dana investasi" untuk Iran
• 6 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.