Menlu Iran Sebut Perjanjian Damai Bergantung pada Berakhirnya Sikap Kontradiktif Amerika Serikat

pantau.com
4 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menyatakan tercapainya perjanjian damai final bergantung pada kesediaan Amerika Serikat menghentikan pendekatan maksimalis serta sikap yang dinilai berubah-ubah dan kontradiktif dalam proses diplomasi yang sedang berlangsung.

Iran Tegaskan Tetap Pertahankan Kepentingan Nasional

Pernyataan tersebut disampaikan Araghchi saat melakukan percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Oman Sayyid Badr bin Hamad bin Hamood Albusaidi pada Jumat (29/5/2026).

Menurut Kementerian Luar Negeri Iran, Araghchi menegaskan Teheran akan tetap mempertahankan hak-hak dan kepentingan nasionalnya dalam setiap proses negosiasi.

Araghchi menyebut keberhasilan perjanjian damai sangat bergantung pada perubahan sikap Washington dalam perundingan.

Ia juga mengecam ancaman yang dilontarkan Amerika Serikat terhadap Oman terkait pengelolaan Selat Hormuz.

Menurutnya, langkah Iran dan Oman dalam mengelola lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz dilakukan secara bertanggung jawab dan sesuai hukum internasional.

Ketegangan Selat Hormuz Memanas

Percakapan kedua menteri berlangsung dua hari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan tidak ada satu negara pun yang boleh menguasai Selat Hormuz.

"Selat Hormuz merupakan perairan internasional, dan Oman harus bertindak sama seperti negara-negara lainnya atau kami akan menghancurkan mereka. (Jika) mereka memahami hal itu, mereka akan baik-baik saja," ungkap Trump.

Selain itu, Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent memperingatkan bahwa Washington akan menjatuhkan sanksi secara agresif terhadap Oman apabila membantu Iran membangun sistem pungutan bagi kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.

Peringatan tersebut semakin meningkatkan ketegangan diplomatik di kawasan Teluk Persia.

Iran Perketat Pengawasan Jalur Pelayaran

Iran memperketat pengawasan dan kendali di Selat Hormuz sejak 28 Februari 2026.

Langkah tersebut diambil setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah Iran.

Teheran kemudian melarang pelayaran aman bagi kapal-kapal yang dimiliki atau berafiliasi dengan Amerika Serikat dan Israel.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran strategis dunia yang menjadi lintasan utama perdagangan minyak dan energi internasional.

Perkembangan situasi di kawasan tersebut terus menjadi perhatian dunia karena berpotensi memengaruhi stabilitas geopolitik dan perdagangan global.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Minta iPhone Berujung Petaka: Pria di Muara Enim Bunuh-Bakar Mantan Pacar
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
7 Negara Mayoritas Muslim Ini Melarang Hijab, Apa Alasannya?
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
BRI (BBRI) Perluas Jaringan Money Changer, Bisa Tukar 20 Mata Uang Asing
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
BookCabin Travel Fair Dimulai dari Makassar, Pengunjung Berburu Promo hingga Fash Sale Tiket Liburan dan Umrah
• 1 jam laluterkini.id
thumb
Harga CPO Menguat Dua Pekan Berturut-turut
• 4 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.