CENTCOM Ancam Serang Kapal yang Terlibat Penyebaran Ranjau di Selat Hormuz

pantau.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Komando Pusat Amerika Serikat (United States Central Command atau CENTCOM) memperingatkan akan melakukan operasi militer dan menyerang kapal-kapal yang terlibat dalam penyebaran ranjau di kawasan Selat Hormuz yang saat ini menjadi titik ketegangan strategis di Timur Tengah.

Peringatan tersebut disampaikan CENTCOM pada Jumat (29/5) di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap keamanan jalur pelayaran internasional di kawasan tersebut.

"Operasi militer akan dilakukan di area utara Semenanjung Musandam di Selat Hormuz (SOH)... Setiap kapal yang terlihat terlibat dalam, atau mendukung, kegiatan peletakan ranjau akan menjadi sasaran pasukan AS untuk membela diri," demikian bunyi peringatan tersebut.

CENTCOM menilai situasi keamanan di Selat Hormuz masih menimbulkan ancaman serius terhadap aktivitas maritim internasional.

Ketegangan AS dan Iran Masih Berlanjut

Ketegangan di kawasan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.

Menyusul konflik tersebut, Washington dan Teheran menyepakati gencatan senjata selama dua pekan yang dimulai pada 7 April.

Namun, perundingan lanjutan yang berlangsung di Islamabad dilaporkan berakhir tanpa menghasilkan kesepakatan.

Kegagalan pembicaraan tersebut memicu langkah Amerika Serikat untuk memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Selat Hormuz Tetap Jadi Jalur Strategis

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kemudian memperpanjang penghentian permusuhan guna memberi kesempatan bagi Iran untuk mengajukan proposal perdamaian.

Meski demikian, blokade terhadap Iran tetap diberlakukan oleh Washington.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia karena menjadi rute utama pengiriman energi dan perdagangan internasional.

Ancaman operasi militer terbaru dari CENTCOM menambah ketidakpastian terhadap stabilitas kawasan dan keamanan lalu lintas kapal yang melintasi perairan strategis tersebut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Como 1907 dan Cara Baru Memenangkan Sepak Bola Modern
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Pernyataan Berkelas Eksel Runtukahu Setelah Masuk TC Timnas Indonesia
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
Unggah Kondisi Aceh Pascabanjir, Finalis Miss Universe Indonesia Menerima Serangkaian Teror
• 6 jam lalutabloidbintang.com
thumb
WHO: Tingkat kematian Ebola Bundibugyo bisa capai 50 persen
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Perayaan Hari Tri Suci Waisak 2570 BE
• 5 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.