Ruang pamer Galeri Nasional tampak tidak seperti biasanya. Para pengunjung yang biasanya berdiri diam menatap lukisan, kini mereka menikmati lukisan dengan cara lain, yakni sembari melakukan gerakan yoga. Ini merupakan kali pertama Galeri Nasional menggelar yoga di dalam ruang pameran.
Aline Subi (37) khusyuk melakukan berbagai gerakan yoga yang diinstruksikan mentor. Sesekali matanya terpejam menghayati setiap gerakan. Saat ia membuka mata langsung disuguhkan lukisan karya seniman Indonesia.
“Senang sih, beda aja di banding di studio. Kalau lihat kanan kiri langsung lukisan,” ujarnya seusai mengikuti sesi Yoga, Sabtu (30/5/2026).
Aline yang juga merupakan seniman begitu antusias ketika mengetahui adanya yoga di dalam ruangan Galeri Nasional. Ia mengaku menjadi lebih fokus saat latihan yoga sambil melihat lukisan. Fisik dan jiwanya berkelindan menjadi satu dalam gerakan yoga.
Antusiasme itu juga diungkapkan dua mahasiswi asal Jakarta, Valleri (21) dan Reva (21). Mereka yang senang berkunjung ke galeri-galeri merasa terpanggil saat mengetahui adanya latihan yoga di dalam ruang pameran. Menurut mereka, ini menjadi pengalaman baru yang menyenangkan. Melakukan dua hobi dalam satu kali waktu.
Kegiatan bertemakan ”A Morning of Movement and Art” ini merupakan kolaborasi Galeri Nasional dengan Alder Wellness Studio. Pemilik Alder Wellness Studio, Nadya, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman baru bagi para praktisi yoga. Ia membawa yoga yang biasanya dilakukan di studio maupun alam bebas ke dalam ruang pameran.
Salah satu gerakan yoga.
(KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN)
Memegang kaki.
(KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN)
Menjaga keseimbangan.
(KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN)
Menguatkan diri.
(KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN)
“Kita mau membawa teman-teman praktisi yoga ke galeri untuk mengenal lebih dekat. Selain itu, kita juga ingin mengajak penikmat seni untuk ikut yoga,” ucap Nadya.
Olahraga yoga yang mengajarkan kesadaran penuh, pengendalian diri, dan penerimaan ini bertujuan untuk mencapai keseimbangan hidup, ketenangan batin, dan kesehatan holistik. Karenanya, menurut Nadya, olahraga yoga masih memiliki irisan dengan karya seni yang menghadirkan ketenangan batin.
Setelah kegiatan yoga, para peserta pun dapat berkeliling galeri untuk menikmati berbagai pameran di Galeri Nasional. Waktu ini dimanfaatkan para peserta untuk berfoto di depan lukisan dengan gaya yoga yang mereka kuasai.
Aktivitas wellness atau kebugaran menjadi tren yang kian digandrungi masyarakat urban. Semenjak pandemi Covid-19, pandangan manusia terhadap kesehatan bergeser. Kesehatan tak lagi terbatas pada badan yang bugar bebas penyakit, tapi juga jiwa yang sehat serta spiritualitas yang terpelihara. Era kesatuan mind, body, and soul kembali bangkit.
Kebangkitan ini disambut baik Galeri Nasional yang mulai merangkul komunitas warga berbasis wellness untuk beraktivitas di area galeri. Bayu Genia Krishbie selaku Penanggung Jawab Unit Galnas, mengatakan, program ini sebagai upaya Galeri Nasional memperluas kunjungan publik dengan bekerjasama bersama komunitas.
“Sektor wellness ini coba kami approach karena kelihatan marak kegiatan-kegiatan seperti yoga, pilates, dan pound fit belakangan ini. Dari segmen secara latar belakang ekonomi pun sepertinya mereka cocok dengan seni rupa juga,” katanya.
Bermeditasi.
(KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN)
Melenturkan gerakan.
(KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN)
Menahan gerakan.
(KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN)
Khusyuk menyelesaikan gerakan.
(KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN)
Yoga bersama.
(KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN)
Kedepannya Bayu mengatakan, bahwa pihak Galnas akan kembali mengadakan aktivitas wellness di lingkungan galeri nasional, baik di ruang pameran maupun area plaza.





