Grid.ID - Dedi Mulyadi mendadak dapat tuduhan dan pelecehan di video. Responnya justru tuai pujian. Ada apa?
Video diduga berisi pesan penghinaan kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi viral di media sosial. Bagaimana responnya?
Terbaru, Dedi Mulyadi dapat tuduhan dan pelecehan di video. Respon Gubernur Jabar justru tuai pujian netizen.
Dalam video pertama, akun pengunggah terlihat mengenakan pakaian bergambar Dedi Mulyadi sambil menyebut sosok tersebut sebagai penipu.
Belakangan diketahui, pria dalam video itu merupakan warga Kalimantan Timur yang menjadi korban penipuan dengan modus pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Korban mengaku tertipu setelah menerima panggilan video dengan suara yang menyerupai Dedi Mulyadi. Karena mengalami kerugian, ia kemudian melampiaskan kekesalannya kepada Dedi melalui media sosial.
Menanggapi tudingan tersebut, Dedi menyatakan dirinya tidak mempermasalahkan jika disebut sebagai penipu. Menurutnya, hal yang paling utama adalah membantu korban agar masalah yang dialami bisa segera terselesaikan.
“Saya dituduh apa pun, dibuat brand apa pun oleh siapa pun, bagi saya tidak ada masalah. Yang penting saya akan tetap berbuat sekemampuan saya terhadap sesama manusia,” ujar Dedi, Jumat (29/5/2026).
Dedi menyampaikan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, warga asal Kalimantan Timur tersebut telah menjadi korban penipuan hingga dua kali.
Penipuan pertama berkaitan dengan janji hadiah yang meminta korban menyetorkan sejumlah uang sebagai biaya penebusan. Sementara penipuan kedua berupa tawaran pekerjaan palsu yang pada kenyataannya tidak pernah tersedia.
“Saya tahu Bapak katanya membayar uang tebusan. Kemudian mendapat informasi pekerjaan di Jakarta, tetapi setelah datang ke Jakarta pekerjaannya tidak ada,” katanya.
Dedi pun meminta timnya untuk menghubungi korban dan menelusuri lebih lanjut kasus yang dialami warga tersebut.
“Meskipun Bapak warga Kalimantan Timur, tetapi sekemampuan saya akan bantu menyelesaikan. Jangan sampai ada lagi masyarakat yang tertipu. Akibat tertipunya sama AI, marahnya sama saya,” ucapnya.
Dalam video lainnya, seorang warga Sidomulih, Kabupaten Pangandaran, diduga melakukan tindakan yang dianggap melecehkan Dedi Mulyadi lewat unggahan di media sosial.
Dalam video tersebut, ia terlihat memberi makan seekor anjing yang diberi nama KDM. Menurut penuturan Dedi, pria dalam video itu sedang mengalami tekanan psikologis setelah berpisah dengan istrinya.
Dedi menyebut perpisahan dengan pasangan hidup memang menjadi salah satu cobaan paling berat yang dapat dialami seseorang. Karena itu, ia memilih tidak mempermasalahkan berbagai bentuk kemarahan maupun rasa kecewa yang diarahkan kepadanya.
“Saya paham Bapak mengekspresikan seluruh kemarahan dan kekecewaan pada Lembur Pakuan dan pada saya secara personal, tetapi saya tidak akan marah pada Bapak. Saya ingin membantu menyelesaikan problem Bapak,” katanya.
Dedi juga meminta Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat melalui Rumah Sakit Cisarua untuk berkoordinasi dengan pihak kecamatan setempat dan memberikan pendampingan dan layanan kesehatan.
“Rumah Sakit Cisarua yang merupakan rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah berkomunikasi dengan pimpinan kecamatan dan rencana akan menjemput Bapak ke rumah apabila diizinkan oleh keluarga,” katanya.
Dedi berharap, warga tersebut dapat memperoleh penanganan yang dibutuhkan sehingga mampu kembali menjalani hidup dengan tenang dan penuh harapan.
“Semoga dengan nanti dirawat di Cisarua, Bapak bisa kembali hidup dengan tenang, menatap masa depan penuh harapan,” katanya. (*)
Artikel Asli




