Jakarta, tvOnenews.com - Kasus paman bunuh bayi di wilayah Jatirangga, Jatisampurna, Bekasi, begitu menyedot perhatian publik. Bahkan, sebagian publik ingin mengetahui apa motif dan tingkah terduga pelaku yang merupakan seorang paman dari bayi berinsial G (18) itu.
Dalam hal ini, Ketua RT setempat, Taufik Hidayat mengungkapkan kesaksiannya terkait sosok G, yang merupakan seorang paman korban.
Kata dia, si G diketahui menderita sakit epilepsi. Hal ini diketahui lewat keterangan dari ibu G yang merupakan nenek korban seusai peristiwa pembunuhan yang dilakukan G kepada keponakannya.
"Sempat ditanya ke ibunya, dia punya penyakit epilepsi," ceritanya pada Sabtu (30/5/2026).
Selain itu, ia juga menceritakan terkait kondisi G, yang berbeda dengan orang lainnya yang seusianya. G, kata Taufik, kerap terlihat berbicara sendiri.
"Emang saya perhatiin kalau si pamannya itu ya agak beda dari anak-anak normal, Biasa gitu ya, emang saya kadang-kadang dia jalan, suka ngomong sendiri," beber Taufik.
Meski begitu, Taufik menjelaskan bahwa sosok G tidak terlihat tempramen. Walau kerap diledek, G tak pernah memberikan perlawanan.
"Kadang suka diledekin apa, tapi enggak, enggak temperamen. Cuma biasa aja gitu ya, cuman memang ngomong sendiri gitu ya," jelasnya.
G pun sehari-hari beraktivitas seperti biasa. Bahkan, G kerap belanja ke warung untuk membelikan keponakannya susu.
"Dia bisa bawa belanjaan dia pulang. Buktinya bisa, saya sering lihat dia bawa susu buat ponakannya. Bisa belanja," ucapnya.
"Kalau keseharian mah ya kita perhatiin biasa-biasa aja," lanjutnya.
Namun memang, saat peristiwa G membunuh keponakannya, ibunya menjelaskan sudah dua hari G tidak mengonsumsi obat rutin.
Ketika tak minum obat, G bisa marah-marah, apalagi saat merasa terganggu.
"Iya (pas kejadian) sudah dua hari ini obatnya habis, enggak minum obat. Nah, dia kalau enggak minum obat katanya ya suka marah-marah katanya, kalau keganggu gitu," jelasnya. (aag)




