JAKARTA, KOMPAS.com - Warga, Rizal (45) mengais sisa barang barang usai kebakaran di permukiman padat Jalan Krendang Barat Gang 2, Tambora, Jakarta Barat, Sabtu (30/5/2026) siang.
Tangan Rizal perlahan menyingkirkan kayu dan puing batu bata yang hangus dilalap api di area rumahnya.
Ia berharap bisa menemukan seragam sekolah serta buku pelajaran milik anak-anaknya yang mungkin masih bisa diselamatkan.
"Iya, saya sekadar mencari aja gitu di tumpukan puing ini. (Cari) masih ada buku sama seragam, siapa tahu ada yang masih bisa diselamatin, dipakai lagi gitu," ujar Rizal saat berbincang dengan Kompas.com di rumahnya yang kini hangus terbakar, Sabtu.
Baca juga: Tawa Anak-anak Penyintas Kebakaran Tambora Jakbar di Tengah Hangatnya Trauma Healing
Rizal salah satu dari 115 Kepala Keluarga (KK) yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran Tambora pada Kamis (28/5/2026) malam lalu.
Rumah dua lantai milik mertuanya yang ia tempati kini hangus terbakar, hanya menyisakan area di lantai bawah yang juga sudah tak lagi berbentuk.
KOMPAS.com/Ridho Danu Prasetyo Rizal (45) warga RT 12 RW 05 Krendang, Tambora, Jakarta Barat yang menjadi korban kebakaran tengah mengais puing sisa-sisa reruntuhan di rumahnya untuk mencari seragam dan buku-buku sekolah sang anak, Sabtu (30/5/2026)
Di salah satu sudut bangunan, ia menyusun barang-barang yang berhasil diselamatkan di atas sebuah karung putih dan boks plastik agar tidak terkena air sisa pemadaman.
Terlihat tumpukan pakaian yang berhasil ia selamatkan, seperti kemeja bermotif kotak-kotak ungu, serta baju berwarna kuning dan hijau yang tampak kusam yang merupakan seragam sekolah milik sang anak.
Baca juga: Kebakaran Tambora Jakbar Hanguskan 27 Bangunan: Dugaan Korsleting, Aksi Heroik Warga, hingga Api Menyala Lagi
Sementara itu, tepat di bawahnya, sebuah map berwarna biru serta tumpukan kertas dan buku yang pinggirannya telah hangus terbakar tergeletak begitu saja.
Salah satu dokumen yang berhasil ia dapatkan adalah lembaran rapor penilaian sekolah anaknya yang kini duduk di bangku kelas 5 SD.
Saat malam kejadian, kepanikan membuat Rizal dan keluarganya tak sempat menyelamatkan harta benda.
Fokus utamanya saat itu hanyalah menyelamatkan nyawa dan beberapa surat berharga yang kebetulan berada di lantai bawah.
Baju, berkas dokumen, buku serta seragam sekolah sang anak pun tak terselamatkan.
"Ini masih lumayan (kondisi bajunya), karena posisinya ini yang paling di bawah, lemari bawah. Ini kalau yang di atas itu, kayak baju lain itu ya udah habis semua," kata Rizal sambil menunjukkan sisa-sisa barang temuannya.