Setelah Uji Klinis, Obat Batuk Berteknologi Nanogold Karya Unesa Bersiap Masuk Tahap Perizinan BPOM

disway.id
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Memasuki tahun 2026, persoalan kesehatan masyarakat pascapandemi dirasakan semakin kompleks. 

Perubahan cuaca yang signifikan serta dampak jangka panjang kesehatan membuat gangguan pernapasan seperti flu, batuk, dan pilek terasa lebih berat dibandingkan periode sebelumnya. Fenomena ini memicu lahirnya inovasi medis yang lebih presisi dan efektif.

BACA JUGA:Jemaah Haji Nafar Tsani Bergerak ke Makkah, Target Jam 16.00 WAS Keluar Mina

Tim peneliti dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menjawab tantangan tersebut melalui pengembangan obat batuk berbasis nanogold. 

Inovasi ini dipresentasikan dalam kegiatan uji klinik yang berlangsung di Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School, Parung, Bogor, Jawa Barat.

Ketua peneliti sekaligus Guru Besar Program Studi S1 Kimia FMIPA UNESA, Prof. Dr. Titik Taufikurohmah, S.Si., M.Si., menjelaskan bahwa riset ini didasari oleh kebutuhan nyata masyarakat. 

BACA JUGA:Anthony Gordon Gabung Barcelona hingga 2031, Langsung Masuk Jajaran Pemain Bergaji Tertinggi Kedua

Banyak warga mengeluhkan durasi sakit tenggorokan dan batuk yang kini bertahan lebih lama serta sulit disembuhkan dengan obat-obatan konvensional.

Kondisi ini tidak hanya mengganggu kesehatan fisik, tetapi juga berdampak pada produktivitas kerja dan aktivitas harian. 

Menurut Prof. Titik, efektivitas obat batuk yang selama ini dirasa manjur mulai menunjukkan penurunan hasil pada sebagian pasien, sehingga diperlukan pendekatan baru seperti pemanfaatan nanogold.

Inti dari inovasi ini adalah pemanfaatan nanogold sebagai drug delivery atau sistem penghantar material aktif obat. 

BACA JUGA:Wamenhaj: Jangan Jadikan Jemaah Haji sebagai Komoditas, KBIHU Bermasalah Bisa Dicabut Izinnya

Dalam proses penyembuhan, senyawa aktif obat harus bertemu dengan reseptor di dalam tubuh agar dapat bekerja efektif. Namun, proses ini sering terhambat oleh faktor ukuran obat, kepolaran, hingga sifat fisikokimia tubuh.

Nanogold berperan mengurangi bahkan meniadakan hambatan tersebut. Dengan ukuran partikel yang sangat kecil, nanogold memastikan senyawa aktif dapat mencapai reseptor dalam jumlah yang lebih banyak dan waktu yang lebih singkat. Hal ini membuat proses pemulihan berpotensi berlangsung lebih cepat.

Salah satu keunggulan utama dari temuan Prof. Titik dan tim adalah peningkatan khasiat tanpa harus menambah dosis bahan kimia. 

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menyelamatkan Anak Bangsa yang Tersandera Judi Online
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Dorong Pemberdayaan Perempuan, IMII Perkuat Kepengurusan Wilayah
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Terkuak, Penyebab Persib Bandung Disanksi FIFA Diduga terkait Sengketa dengan Luis Milla
• 5 jam laluharianfajar
thumb
Jokowi hingga Gibran Akan Hadiri Upacara Harlah Pancasila, PDIP: Insya Allah Megawati Datang!
• 56 menit lalurctiplus.com
thumb
Polling: Apakah Pekerjaan Kamu Sesuai dengan Jurusan Kuliah?
• 23 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.