Artinya, dari setiap 100 pendaftar, hanya ada 1 sampai 5 orang saja yang berhasil lolos. Program studi Kebidanan keluar sebagai prodi paling sulit ditembus dengan keketatan mencapai 0,84 persen. Menyusul di bawahnya ada Administrasi Pemerintahan (1,08 persen) dan Bisnis Internasional (1,41 persen).
Dekan SV Unpad, Dr. Kurniawan Saefullah, SE., M.Ec., menilai fenomena tingginya keketatan ini wajar terjadi. Gen Z dan para orang tua saat ini makin realistis dalam memilih jurusan yang terbukti punya kaitan erat dengan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA).
"Komposisi kurikulum sekolah vokasi didominasi praktikum, laboratorium, teaching factory, magang, serta project based learning. Calon mahasiswa sekarang jauh lebih peduli dan teliti saat mereka mendaftar, mereka umumnya melakukan riset mandiri sebelum mengambil pilihan dalam mendaftar," ujar Kurniawan, dikutip dari siaran pers Unpad, Sabtu, 30 Mei 2026.
Selain karena kualitas, brutalnya persaingan ini juga dipicu oleh regulasi SNBT yang memungkinkan peserta memilih hingga empat prodi, sehingga terjadi penumpukan pendaftar di tengah daya tampung kampus yang sangat terbatas.
"Secara umum, daya tampung mahasiswa baik untuk prodi Sarjana maupun Sarjana Terapan, dibatasi dan mengikuti ketentuan yang ditetapkan Kemdiktisaintek. Namun demikian, untuk beberapa prodi yang masih kurang ideal rasio dosen dan mahasiswanya, sedang dipertimbangkan untuk menambah daya tampung di masa yang akan datang," jelas Kurniawan. Lulusan SV Unpad Jadi Rebutan Industri Tingginya minat masuk SV Unpad juga tidak lepas dari rekam jejak lulusannya. Meski secara kelembagaan SV Unpad baru terbentuk dari hasil spin-off prodi Sarjana Terapan dari 8 fakultas lain, alumninya terbukti sangat diminati oleh pasar kerja.
"Sebagai contoh, dari isian tracer study alumni Kearsipan Digital yang lulus antara 2022-2024, 100 persen telah terserap di dunia kerja paling lama 6 bulan setelah lulus. Untuk prodi Manajemen Produksi Media, keterserapannya mencapai 93% dalam 6 bulan setelah lulus," ujar Kurniawan.
Bahkan, mahasiswa dari prodi Bahasa dan Budaya Tiongkok kerap sudah 'dipesan' oleh perusahaan sejak masa magang. Kendati demikian, ia juga memberikan catatan penting terkait data tersebut.
"Namun perlu digarisbawahi, data keterserapan tersebut didasarkan pada rata-rata lulusan sehingga tidak berarti tidak ada lulusan yang belum atau tidak terserap," ujar Kurniawan.
Untuk terus mendongkrak kompetensi mahasiswa, SV Unpad kini mewajibkan penguasaan bahasa asing tambahan seperti Bahasa Arab, Mandarin, dan Jepang. Kesempatan magang pun diperluas hingga ke Asia Timur seperti Tiongkok, Jepang, dan Taiwan.
SV Unpad juga tengah mengkaji pembukaan prodi kekinian berpotensi tinggi, seperti Artificial Intelligence (AI), Cyber Security, dan Industri Kesehatan. Masih Ada Peluang di Jalur Mandiri Bagi Sobat Medcom yang belum beruntung lolos di SNBP maupun SNBT, jangan patah semangat. Peluang menjadi mahasiswa SV Unpad masih terbuka lebar melalui jalur Seleksi Mandiri Unpad yang pendaftarannya ditutup pada 2 Juni 2026.
Sebelum mendaftar, ada pesan khusus dari Dekan SV Unpad untuk para calon mahasiswa agar strategi pemilihannya tepat sasaran. "Pilihlah prodi yang paling sesuai dengan minat dan passion, pelajari kurikulum masing-masing prodi, sesuaikan latar belakang akademik dan kemampuan dengan prodi yang akan dipilih," ujarnya.
Tak hanya itu, ia juga mengingatkan calon mahasiswa untuk mempertimbangkan peluang networking dan keseimbangan hard skills serta soft skills di prodi yang dituju. "Proyeksikan diri kalian ke lembaga atau industri yang akan kalian dambakan saat lulus nanti," ujarnya. Top 10 Prodi Vokasi Unpad Terketat di SNBT 2026 Sebagai referensi untuk mengatur strategi seleksi, berikut adalah 5 program studi dengan persaingan paling ketat di SV Unpad:
- Kebidanan (Keketatan: 0,84%)
- Administrasi Pemerintahan (Keketatan: 1,08%)
- Bisnis Internasional (Keketatan: 1,41%)
- Pemasaran Digital (Keketatan: 1,47%)
- Teknologi Industri Kimia (Keketatan: 1,52%)
- Kearsipan Digital (Keketatan: 1,55)
- Bahasa dan Budaya Tiongkok (Keketatan: 1,58)
- Bisnis Logistik: (Keketatan: 1,78)
- Akuntansi Perpajakan (Keketatan: 2,07)
- Administrasi Keuangan Publik (Keketatan: 2,09)
- Manajemen Produksi Media (Keketatan: 2,13)
- Agroteknopreneur (Keketatan: 2,70)
- Pariwisata Bahari (Keketatan: 3,72)
- Akuntansi Sektor Publik (Keketatan: 4,16)
Baca Juga :
10 Prodi Unpad Terketat di SNBT 2026, Ada Incaranmu di Jalur Mandiri?Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)





