JAKARTA, KOMPAS.com - Warga korban kebakaran di Jalan Krendang Barat, Tambora, Jakarta Barat mengaku trauma dan takut saat api kembali menyala pada Jumat (29/5/2026) malam.
Sofi (33), salah satu warga mengatakan kemunculan kobaran api membuatnya trauma.
Ia menceritakan, saat api kembali muncul, ia tengah beristirahat di posko pengungsian Musala Al-Hikmah.
Baca juga: Asap Masih Muncul dari Puing Kebakaran Tambora, Damkar Lakukan Pendinginan
Namun, ia langsung terbangun dan lari menyelamatkan diri saat mendengar teriakan warga saat adanya api.
“Namanya rumah kita habis kan ya, panik lah jelas. Kita sudah takut bawaannya, takut makin gede makin parah, sudah gemeter (badan) saja,” ungkap Sofi saat ditemui Kompas.com di lokasi, Sabtu (30/5/2026).
Sofi mengaku bayang-bayang kebakaran yang menghanguskan 27 rumah pada Kamis (28/5/2026) malam masih sangat membekas.
KOMPAS.com/Ridho Danu Prasetyo Petugas pemadam kebakaran Sudin Gulkarmat Jakarta Barat melakukan operasi pendinginan bara api yang memunculkan asap di bangunan konveksi yang terbakar di kawasan Jalan Krendang Barat, Tambora, Jakarta Barat, Sabtu (30/5/2026)
Oleh karena itu, sekecil apa pun percikan api yang menyala kembali, hal itu membuat warga pengungsi berhamburan ketakutan.
Terlebih, hingga Sabtu pagi, Sofi menyebut masih ada beberapa titik puing yang mengeluarkan asap putih.
Hal ini membuat warga waswas untuk kembali ke area rumah mereka.
“Ini posisinya sekarang masih ada beberapa asap lagi. Masih ada pemadam kebakaran kan, memang khawatir sih, apalagi buat tetangga yang kemarin rumahnya masih selamat, takut malah kena sambar,“ ucapnya.
Baca juga: Warga Mengais Puing Sisa Kebakaran Tambora: Cari Sisa Seragam dan Buku Anak
Sofi pun sangat berharap petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat bersedia menyiagakan unit mobil pemadam di lokasi hingga situasi benar-benar aman.
“Takut nyala lagi sih. Kalau bisa jangan ditinggal pulang dulu gitu, biar kalau ada apa-apa bisa langsung ditangani. Ditaruh di sini lah (mobil pemadam kebakaran), kan warga juga jagain terus ya tiap malam,” tuturnya.
Senada, Rizal (45) warga lainnya juga mengaku sempat panik saat berada di musala.
Pasalnya, saat ia keluar dari musala, kobaran api sudah terlihat dari sebuah bangunan dua lantai yang memang sudah terbakar sejak insiden pertama.
“Semalam saja kita lagi mengungsi di musala. Tahu-tahu kok pada ngomong ada api gede gitu. Wah kebakaran lagi itu! Itu langsung pada panik gitu, siap-siap lagi takut angin nyambar lagi ke sini, semuanya panik,” kata dia.