Tangerang (ANTARA) - Grup musik Potret menghadirkan suasana nostalgia melalui deretan lagu hit yang membesarkan nama mereka sejak era 1990-an sekaligus mengajak penonton untuk memberikan apresias yang samai kepada musisi Indonesia saat tampil di Java Jazz Festival 2026 di Nice PIK 2, Kabupaten Tangerang, Sabtu.
Vokalis Potret Melly Goeslaw mengaku senang dapat kembali tampil dalam ajang Java Jazz Festival yang telah menjadi salah satu festival musik tahunan favorit masyarakat.
“Senang sekali, senang banget Potret bisa ada di sini di event Java Jazz, event tahunan yang mana ini menjadi favorit orang-orang Jakarta dan seluruh masyarakat Indonesia ya,” kata Melly saat menyapa penonton.
Melly mengatakan dirinya dan personel Potret merasa bahagia dapat membawakan lagu-lagu yang selama ini dikenal oleh masyarakat Indonesia.
“Jadi kita senang banget bisa nyanyiin lagu-lagu karya saya dan juga Potret yang pastinya mudah-mudahan kalian terhibur,” ujarnya.
Potret membuka penampilannya dengan lagu “Ingin Dicium” yang disambut antusias penonton. Grup tersebut kemudian melanjutkan penampilan dengan membawakan lagu “Tentang Seseorang” dan “Bimbang”.
Suasana semakin meriah ketika Potret membawakan lagu “Ku Bahagia”. Pada lagu tersebut, Melly mengajak seluruh penonton bernyanyi bersama hingga sebagian besar penonton ikut menyanyikan lirik lagu secara serempak.
Baca juga: RAN ajak Neida dan NPD guncang Java Jazz 2026
Di tengah penampilannya, Melly mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan yang sama kepada musisi Indonesia sebagaimana mereka mengapresiasi musisi internasional.
“Indonesia yang hadir di venue yang sejauh apa pun, harus kita apresiasi dan harus kita tonton, karena ini adalah juga aset bangsa kita,” kata Melly.
Menurut dia, masyarakat tetap dapat menikmati karya musisi mancanegara tanpa melupakan dukungan terhadap karya anak bangsa.
“Boleh mencintai musik luar, saya juga mencintai musik luar, tadi malam saya nonton Laufey. Tapi maksud saya, kalau musik luar itu jauh ke ujung dunia pun dikejar, musik Indonesia pun harus begitu porsinya,” ujarnya.
Melly kemudian mencairkan suasana dengan melontarkan candaan mengenai usianya sebelum melanjutkan penampilan.
“Umur saya udah 52 tahun, iya. Jadi kalau nyanyi lagu cepat, habis itu mesti ada cooling down-nya,” kata dia yang disambut tawa penonton.
Setelah itu Potret membawakan lagu “Mungkin” dan “Bunda” yang mengundang penonton ikut bernyanyi bersama.
Nuansa nostalgia semakin terasa saat grup tersebut menghadirkan aransemen jazz untuk lagu “Gantung”, yang kemudian dilanjutkan dengan “Mak Comblang”.
Baca juga: Trio Lestari ajak penonton Java Jazz 2026 bernostalgia
Kekompakan penonton terlihat ketika Potret membawakan “Bagaikan Langit”. Melly mengajak penonton mengangkat tangan sambil bernyanyi bersama, diikuti koor massal dari berbagai penjuru area panggung.
Penonton kembali bernyanyi bersama saat Potret membawakan lagu “Salah”, salah satu karya yang populer pada era 1990-an.
Potret menutup penampilannya dengan lagu “I Just Wanna Say I Love You” yang disambut meriah oleh penonton.
Potret merupakan grup musik yang dibentuk pada 1995 oleh Melly Goeslaw, Anto Hoed, dan Arie Ayunir. Grup tersebut dikenal melalui perpaduan unsur pop, jazz, swing, dan teater musikal yang menjadi ciri khas mereka.
Selama lebih dari tiga dekade berkarya, Potret menghasilkan sejumlah lagu populer seperti “Mak Comblang”, “Salah”, “Bunda”, “Bagaikan Langit”, dan “I Just Wanna Say I Love You”.
Baca juga: Bilal Indrajaya bawakan lagu-lagu The Beatles di Java Jazz 2026
Baca juga: The Groove perkenalkan vokalis baru di Java Jazz 2026
Vokalis Potret Melly Goeslaw mengaku senang dapat kembali tampil dalam ajang Java Jazz Festival yang telah menjadi salah satu festival musik tahunan favorit masyarakat.
“Senang sekali, senang banget Potret bisa ada di sini di event Java Jazz, event tahunan yang mana ini menjadi favorit orang-orang Jakarta dan seluruh masyarakat Indonesia ya,” kata Melly saat menyapa penonton.
Melly mengatakan dirinya dan personel Potret merasa bahagia dapat membawakan lagu-lagu yang selama ini dikenal oleh masyarakat Indonesia.
“Jadi kita senang banget bisa nyanyiin lagu-lagu karya saya dan juga Potret yang pastinya mudah-mudahan kalian terhibur,” ujarnya.
Potret membuka penampilannya dengan lagu “Ingin Dicium” yang disambut antusias penonton. Grup tersebut kemudian melanjutkan penampilan dengan membawakan lagu “Tentang Seseorang” dan “Bimbang”.
Suasana semakin meriah ketika Potret membawakan lagu “Ku Bahagia”. Pada lagu tersebut, Melly mengajak seluruh penonton bernyanyi bersama hingga sebagian besar penonton ikut menyanyikan lirik lagu secara serempak.
Baca juga: RAN ajak Neida dan NPD guncang Java Jazz 2026
Di tengah penampilannya, Melly mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan yang sama kepada musisi Indonesia sebagaimana mereka mengapresiasi musisi internasional.
“Indonesia yang hadir di venue yang sejauh apa pun, harus kita apresiasi dan harus kita tonton, karena ini adalah juga aset bangsa kita,” kata Melly.
Menurut dia, masyarakat tetap dapat menikmati karya musisi mancanegara tanpa melupakan dukungan terhadap karya anak bangsa.
“Boleh mencintai musik luar, saya juga mencintai musik luar, tadi malam saya nonton Laufey. Tapi maksud saya, kalau musik luar itu jauh ke ujung dunia pun dikejar, musik Indonesia pun harus begitu porsinya,” ujarnya.
Melly kemudian mencairkan suasana dengan melontarkan candaan mengenai usianya sebelum melanjutkan penampilan.
“Umur saya udah 52 tahun, iya. Jadi kalau nyanyi lagu cepat, habis itu mesti ada cooling down-nya,” kata dia yang disambut tawa penonton.
Setelah itu Potret membawakan lagu “Mungkin” dan “Bunda” yang mengundang penonton ikut bernyanyi bersama.
Nuansa nostalgia semakin terasa saat grup tersebut menghadirkan aransemen jazz untuk lagu “Gantung”, yang kemudian dilanjutkan dengan “Mak Comblang”.
Baca juga: Trio Lestari ajak penonton Java Jazz 2026 bernostalgia
Kekompakan penonton terlihat ketika Potret membawakan “Bagaikan Langit”. Melly mengajak penonton mengangkat tangan sambil bernyanyi bersama, diikuti koor massal dari berbagai penjuru area panggung.
Penonton kembali bernyanyi bersama saat Potret membawakan lagu “Salah”, salah satu karya yang populer pada era 1990-an.
Potret menutup penampilannya dengan lagu “I Just Wanna Say I Love You” yang disambut meriah oleh penonton.
Potret merupakan grup musik yang dibentuk pada 1995 oleh Melly Goeslaw, Anto Hoed, dan Arie Ayunir. Grup tersebut dikenal melalui perpaduan unsur pop, jazz, swing, dan teater musikal yang menjadi ciri khas mereka.
Selama lebih dari tiga dekade berkarya, Potret menghasilkan sejumlah lagu populer seperti “Mak Comblang”, “Salah”, “Bunda”, “Bagaikan Langit”, dan “I Just Wanna Say I Love You”.
Baca juga: Bilal Indrajaya bawakan lagu-lagu The Beatles di Java Jazz 2026
Baca juga: The Groove perkenalkan vokalis baru di Java Jazz 2026





