PM Malaysia Anwar Ibrahim Terancam, Anak Didiknya Justru Membelot

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menelfon Presiden Prabowo Subianto bersilaturahmi melalui sambungan telepon dengan para pemimpin negara muslim, Selasa (24/3/2026). (Tangkapan layar instagram @anwaribrahim_my)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tekanan politik yang melanda Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim semakin pelik usai anak didiknya yang disebut-sebut menjadi penerusnya membelot dan mengembangkan partai baru. Ini terjadi di tengah potensi Malaysia menggelar pemilihan umum paling cepat tahun ini.

Mantan menteri ekonomi Rafizi Ramli, yang pernah dianggap sebagai calon penerus Anwar, awal bulan ini mengumumkan akan keluar dari Partai Keadilan Rakyat (PKR) milik Anwar dan mengambil alih partai kecil bernama Malaysia United Party alias Bersama.

Mengutip Reuters, Bersama menyatakan telah menerima lebih dari 18 ribu permohonan keanggotaan. Di antaranya, sekitar sepertiganya berasal dari mantan anggota PKR.


Baca: Malaysia Lumpuh, Ribuan Orang Luntang-lantung di Imigrasi

Walaupun para pembangkang itu kebanyakan adalah anggota akar rumput atau pengurus lokal partai, jumlah itu memunculkan keraguan terhadap kemampuan Anwar mempertahankan kekuasaan bila perpecahan dalam koalisi pemerintah terus meluas.

Adapun undang-undang Malaysia melarang anggota parlemen berpindah partai saat masih menjabat.

Keadaan ini dapat memaksa Anwar menggelar pemilu lebih awal dari jadwal semestinya di sekitar 2028. Di awal bulan ini, ia mengatakan mempertimbangkan pemilu lebih dahulu jika perpecahan internal dalam pemerintahannya terus melebar.

Dalam unggahannya di media sosial pada Kamis, Anggota parlemen PKR yang juga merupakan pendukung lama Anwar, Hassan Abdul Karim, menyebut telah menyerah mencoba menghentikan anggota partai keluar. Ia mengatakan para pemimpin PKR gagal mendengarkan kekhawatiran para anggota.

"Meski masih percaya pada PKR, partai itu kini terluka, tersakiti, dan mengalami cedera kritis," ujar Hassan.

Kepada Reuters, Hasan mengatakan bahwa Bersama berpotensi memperoleh dukungan elektoral signifikan dari para swing voters, anak muda, dan pemilih yang memprioritaskan isu ekonomi.

"Jika lebih banyak anggota parlemen PKR pendukung Rafizi keluar dari partai, Anwar akan kehilangan legitimasi sebagai perdana menteri," tuturnya.

Hingga kini, kantor Anwar tidak menanggapi permintaan komentar terkait kabar ini.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PKR Fuziah Salleh, yang juga menjabat wakil menteri, membantah ada eksodus besar-besaran dari PKR.

"Tidak ada eksodus besar anggota PKR yang bergabung ke Bersama," kata Fuziah kepada Reuters.

Lebih lanjut, juru bicara pemerintah sekaligus kepala penerangan PKR, Fahmi Fadzil pekan ini tidak ambil pusing atas laporan soal eksodus anggota. Menurutnya, justru ada 5.000 orang bergabung dengan partai dalam dua bulan terakhir dan total anggota PKR kini melebihi satu juta orang.

Seperti diketahui, Anwar berkuasa sejak November 2022 setelah lebih dari dua dekade menjadi pemimpin oposisi yang berkampanye melawan korupsi.

Walaupun pemerintahannya berhasil memperbaiki stabilitas politik di negeri jiran itu, masa kepemimpinannya juga tidak terlepas dari sorotan baru terhadap janji pemberantasan korupsi, kekhawatiran atas lambatnya reformasi institusi, serta meningkatnya ketegangan dan pembelotan di dalam koalisi pemerintah.


(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Bikin Kaget! PHK di Malaysia Melonjak

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bundaran HI Dipenuhi Instalasi Cahaya, Tampilkan Replika Stupa Borobudur | KOMPAS MALAM
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
PDIP Belum Bisa Pastikan Megawati Hadiri Puncak Peringatan Hari Lahir Pancasila
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Survei AS: Mayoritas Warga Sebut Biaya Hidup Terburuk, Pendukung Trump Terbelah
• 9 jam lalurepublika.co.id
thumb
Prabowo Resmi Izinkan BLU Impor Minyak, BBM, dan LPG
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Ayu Ting Ting dan Bilqis Siap Terbang ke Busan Demi Nonton Konser BTS
• 3 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.