Jemaah Tinggalkan Mina Menuju Mekkah untuk Laksanakan Tawaf Ifadah

kompas.id
2 jam lalu
Cover Berita

MEKKAH, KOMPAS — Lebih dari 137.000 anggota jemaah haji Indonesia telah meninggalkan Mina dalam nafar awal dan bergerak menuju hotel masing-masing di Mekkah sejak Jumat (29/5/2026). Sisanya, sekitar 60.000 jemaah, menyusul meninggalkan Mina dalam nafar tsani, Sabtu (30/5/2026).

Nafar awal adalah keberangkatan jemaah haji dari Mina ke Makkah pada tanggal 12 Zulhijah. Adapun nafar tsani adalah keberangkatan jemaah pada tanggak 13 Zulhijah. Nafar tsani dilakukan jemaah yang—karena satu atau lain hal—tidak bisa meninggalkan Mina sebelum matahari terbenam pada 12 Zulhijah.

Di Mekkah, mulai Sabtu dini hari, sebagian jemaah menyempurnakan rukun haji dengan melaksanakan tawaf ifadah, sai, dan tahalul tsani. Sesuai jadwal, ada 17 kloter jemaah yang melaksanakan tawaf ifadah di Masjidil Haram sejak Sabtu dini hari hingga pagi hari.

Baca JugaJamarat di Mina Kini Favorit untuk Mabit

Mereka diberangkatkan ke Masjidil Haram dengan bus-bus ulang alik (shuttle bus). Operasional bus Shalawat, alat transportasi utama jemaah dari hotel ke Masjidil Haram pergi-pulang, saat ini masih ditangguhkan. Bus Shalawat dijadwalkan kembali beroperasi pada Minggu dini hari pukul 01.00.

Seperti dilaporkan wartawan Kompas TV Jihan Novita dari Mina, pergerakan jemaah haji Indonesia yang mengambil nafar tsani berlangsung mulai pukul 07.00 waktu setempat. Mereka diangkut secara bertahap menggunakan bus-bus menuju hotel masing-masing di Mekkah.

Ditargetkan, seluruh jemaah Indonesia telah meninggalkan Mina pukul 16.00. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Satuan Tugas Mina akan menyisir seluruh tenda jemaah guna memastikan seluruh jemaah telah diangkut ke Mekkah, sekaligus menyisir barang-barang bawaan jemaah.

Kami merasakan bus terbatas. Akibatnya, jemaah harus berjubel dan berdesakan di dalam bus. (Mohammad Zahid)

Mohammad Zahid (54), ketua rombongan pada Kloter 33 Embarkasi Surabaya (SUB 33), mengatakan, jemaah kloternya meninggalkan Mina pada nafar awal, Jumat, sekitar pukul 10.30. Mereka tiba di Mekkah, satu jam kemudian. ”Kami merasakan bus terbatas. Akibatnya, jemaah harus berjubel dan berdesakan di dalam bus,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Zahid, pada Pintu 62 di Markas 66 jalur pintu masuk dan keluar jemaah jadi satu. Akibatnya, perebutan jemaah yang masuk dan keluar melalui pintu itu pun tak terhindarkan. Meski demikian, Zahid mengaku bersyukur telah menyelesaikan rangkaian ibadah mabit di Mina.

Koordinator Bidang Satuan Operasi Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Satop Armuzna) dan Pelindungan Jemaah PPIH Arab Saudi, Harun Arrasyid, menyebutkan, 137.565 anggota jemaah atau sekitar 68 persen jemaah telah meninggalkan Mina pada nafar awal, Jumat. Sisanya, sekitar 60.000 orang menyusul keluar dari Mina pada nafar tsani, Sabtu.

”Kami, baik Satgas Mina dan juga rekan-rekan di Adhoc (sektor), akan melakukan sweeping untuk memastikan tidak ada jemaah maupun barang-barang bawaan jemaah tertinggal,” kata Harun. ”Jika ada (barang) yang tertinggal, segera kami susulkan melalui kendaraan yang ada di sini.”

Baca JugaHaji di Arafah untuk Perubahan Lebih Baik di Tanah Air

Wakil Kepala Satuan Tugas (Satgas) Mina, Zaenal Muttaqin, mengatakan, tanggal 13 Zulhijah yang bertepatan dengan Sabtu (30/5/2026) adalah hari terakhir jemaah harus meninggalkan Mina. Jemaah melakukan nafar tsani setelah hingga matahari terbenam, Jumat, mereka belum bisa meninggalkan Mina.

Jemaah diberangkatkan ke Mekkah secara bertahap menggunakan bus-bus, mulai pukul 07.00, lalu pukul 11.00 dan 14.00. Jemaah meninggalkan Mina untuk menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji.

”Bagi yang belum menyelesaikan tawaf ifadah, akan melaksanakan tawaf ifadah, (sai), dan tahalul,” kata Zaenal. ”Bagi jemaah (kloter-kloter awal) gelombang pertama, dianjurkan segera setelah tawaf ifadah untuk melakukan tawaf wada atau tawaf perpisahan.”

Dengan waktu yang sempit, mereka harus segera menuju Jeddah dari Mekkah untuk diberangkatkan pulang ke Indonesia. Menurut rencana perjalanan haji, awal pemulangan jemaah haji gelombang pertama dijadwalkan pada Senin (1/6/2026) melalui Bandar Udara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah.

Catatan layanan di Mina

Sementara itu, tanpa mengurangi apresiasi kepada petugas yang sudah bekerja keras melayani jemaah, Zahid memberikan beberapa catatan. ”Layanan AC di Mina da kendala. Setengah hari pertama sampai kita pulang nafar awal, AC-nya selalu bermasalah,” ujarnya.

”Masalah kedua soal pembagian konsumsi yang kurang merata. Di satu tenda, satu jemaah kadang mendapat 2 porsi, tetapi di sisi lain ada jemaah yang tidak mendapatkan konsumsi sehingga jemaah itu menggerundel,” lanjut Zahid.

Baca JugaKegusaran ”Amirul Hajj” Menemukan Tenda di Arafah Dikapling-kapling KBIHU

Mengenai keluhan layanan di Mina, Wakil Amirul Hajj yang juga Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengakui adanya keluhan-keluhan tersebut. Ia menyebut fase ibadah di Mina merupakan titik krusial lanjutan setelah fase ibadah di Arafah dan Muzdalifah.

”Hari pertama (di Mina), titik krusialnya adalah AC. AC dingin sekali ketika jemaah masuk ke tenda, kemudian mereka matikan AC-nya. Nah ketika hidup dihidupkan kembali itu AC-nya rusak. Akhirnya panas,” kata Dahnil kepada Media Center Haji (MCH).

Persoalan kedua adalah soal jemaah tidak mendapat tenda. Menurut Dahnil, ketersediaan tempat di tenda di Mina bagi jemaah sudah dihitung kembali oleh petugas. ”Misalnya di tenda A itu (kapasitas untuk) 80 (jemaah). Ketika jamaah datang dan masuk membawa tas, tempat tidurnya ditumpuk-tumpuk. Jadi, akhirnya yang tadinya cukup untuk 80 orang, jadi kelihatan (hanya cukup) ntuk 50 orang,” jelas Dahnil.

”Kasus tenda itu selalu muncul di Mina, tapi yang paling penting prinsipnya saya sampaikan kepada pedugas itu adalah fast response,” lanjut Dahnil.

Ia berharap, kekurangan-kekurangan dalam layanan bagi jemaah haji tahun ini menjadi pembelajaran buat Kementerian Haji dan Umrah.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gedung Putih Tegaskan Trump Hanya Akan Terima Kesepakatan Nuklir yang Menguntungkan AS
• 6 jam lalumatamata.com
thumb
Petugas Bobol Dinding Penghambat Saluran Air di Sinkhole Lenteng Agung
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Jalur Puncak Cianjur Padat, Polisi Terapkan Satu Arah
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Isu Bengkel Hercules Kertajati Jadi Pangkalan AS, Mahfuz Sidik dan DPR Beda Pandangan | BOLA LIAR
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
IHSG Sepekan Turun Tipis 0,56%, Kapitalisasi Pasar Naik Jadi Rp 10.729 T
• 10 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.