KOMPAS.com - Nuansa kebersamaan langsung hadir tatkala ratusan warga Desa Jepang, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, mulai berkumpul di halaman lapang desa dengan penuh antusias. Perayaan Iduladha 1447 Hijriah terasa kian bermakna bagi mereka.
Mereka bergerak membagi tugas: sebagian mulai menggali tanah untuk lubang galian penampung, sementara sebagian lainnya merakit tiang-tiang kayu kokoh untuk proses pengulitan. Semangat gotong-royong begitu hidup.
Kehadiran program Tebar Hewan Kurban (THK) Dompet Dhuafa tahun 2026 kali ini membawa cerita baru berkat jalinan kemitraan dengan jenama parfum lokal terkemuka, HMNS, yang turut menitipkan amanah kurbannya bagi masyarakat di berbagai wilayah.
Di antara kerumunan warga, tampak Ibu Sulasih berdiri dengan senyum sumringah yang tak bisa disembunyikan dari wajahnya.
Sebagai salah satu penerima manfaat di Desa Jepang, kehadiran 11 ekor kambing kurban dari HMNS di desanya bagaikan jawaban atas doa-doa panjang keluarganya.
Di wilayah pelosok seperti ini, mencicipi hidangan daging segar adalah momen langka yang hanya terjadi sekali dalam setahun.
“Bisa dapat daging kurban sebanyak ini rasanya mewah sekali, senang banget. Terima kasih banyak kepada HMNS dan Dompet Dhuafa yang sudah mau mengingat kami yang jauh di pedalaman ini. Bantuan kurban ini membuat warga guyub di desa kami,” ungkap Ibu Sulasih.
Dari balik rindangnya rumpun bambu desa, suara kambing kurban kiriman HMNS saling bersahutan. Satu per satu hewan kurban berkualitas tersebut dituntun menuju area penyembelihan dengan penuh khidmat.
Prosesi pemotongan yang berjalan lancar segera dilanjutkan dengan kerja massal kaum ibu yang mengemas potongan daging seberat 2 kilogram. Wadah besek rotan beralaskan daun jati dipilih sebagai pembungkus ramah lingkungan.
Berjalannya pendistribusian puluhan hewan kurban dari HMNS serta ratusan paket kurban lainnya menegaskan pentingnya kolaborasi hulu ke hilir.
Ekosistem THK Dompet Dhuafa merajut peran aktif amil, peternak lokal di desa, kurir, hingga donatur korporasi seperti HMNS untuk menggerakkan roda ekonomi secara berantai.
Pradila, Perwakilan Partnership Dompet Dhuafa, mengatakan, kontribusi kemanusiaan HMNS bersama Dompet Dhuafa dirancang dengan cakupan distribusi yang luas dan terukur.
Tidak hanya berpusat pada 11 ekor kambing di Bojonegoro, sinergi ini meluaskan dampak sosialnya ke wilayah Indonesia Timur serta titik pelosok Jawa Timur lainnya dengan rincian: 5 sapi di Pulau Buru, Maluku, dan 21 ekor di Jawa Timur (11 ekor di Bojonegoro & 10 ekor di Situbondo).
Selain itu menurut pemaparan Arief, perwakilan Tim Dompet Dhuafa Jawa Timur, sebaran kurban ini menyasar 13 wilayah prioritas termasuk Surabaya, Situbondo, Tuban, Mojokerto, Madiun, Ponorogo, Pacitan, Banyuwangi, Jember, Gresik, Madura, hingga Sumenep.
Baca juga: Warga Desa Jepang Terima 70 Hewan Kurban Dompet Dhuafa
Hingga pada Kamis (28/5/2026), sebanyak 1.511 ekor dok telah didistribusikan ke wilayah-wilayah tersebut.
Melalui payung besar THK: Kurban The Series 2026, ibadah kurban bertransformasi menjadi sarana bantuan sosial-kemanusiaan yang efektif untuk mengikis ketimpangan distribusi pangan antara perkotaan dan wilayah pelosok nusantara yang membutuhkan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




