Ditopang Ekspor Tambang, Penerimaan Kepabeanan dan Cukai di NTB Naik Drastis

bisnis.com
22 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, MATARAM — Lonjakan ekspor konsentrat tembaga dari PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) mendorong penerimaan kepabeanan dan cukai di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melesat pada awal tahun ini.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) NTB Ratih Hapsari Kusumawardhani mengatakan realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai hingga April 2026 mencapai Rp1,45 triliun atau tumbuh 8.218,28% secara tahunan.

"Pertumbuhan ini didorong oleh lonjakan bea keluar yang tumbuh 8.218,28% secara tahunan (YoY), sejalan dengan tingginya realisasi ekspor konsentrat tembaga PT Amman Mineral menjelang berakhirnya masa relaksasi ekspor pada 30 April 2026," jelas Ratih, Jumat (29/5/2026).

Selain bea keluar, penerimaan cukai juga tumbuh 3,09% dan diharapkan terus meningkat seiring dengan perbaikan kinerja cukai hasil tambang. Sebaliknya, bea masuk mengalami kontraksi 23,30% akibat penurunan volume impor bahan baku dan bahan penolong sektor pertambangan.

Sebagai informasi, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), entitas anak PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN), memperoleh rekomendasi ekspor konsentrat tembaga sebesar 480.000 dry metric ton (dmt) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Rekomendasi tersebut berlaku selama enam bulan, terhitung sejak 31 Oktober 2025 hingga April 2026.

Rekomendasi itu menjadi dasar bagi Kementerian Perdagangan untuk menerbitkan Surat Persetujuan Ekspor (SPE) konsentrat tembaga bagi AMNT.

Baca Juga

  • OJK Dorong Peningkatan Penyaluran KUR ke UMKM di NTB
  • KEK Sanur Siapkan Estate Regulation untuk Perkuat Tata Kelola Kawasan
  • Trafik Penumpang Penyeberangan Ketapang - Gilimanuk Meningkat Selama Libur Iduladha

Sementara itu, realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di NTB mencapai Rp308,85 miliar atau setara 42,69% dari target tahun berjalan.

Pertumbuhan PNBP terutama ditopang oleh pendapatan badan layanan umum (BLU) yang meningkat 12,03%, didorong oleh kenaikan pendapatan jasa layanan rumah sakit dan layanan pendidikan.

Adapun komponen PNBP lainnya juga mencatat pertumbuhan positif sebesar 5,30% secara nominal, yang menunjukkan perbaikan kinerja penerimaan secara lebih luas.

Di sisi perdagangan luar negeri, NTB mencatat surplus neraca perdagangan kumulatif sebesar US$1,143 miliar hingga April 2026.

Nilai ekspor tercatat mencapai US$1,20 miliar, dengan kontribusi ekspor pada April sebesar US$536,22 juta. Kinerja tersebut ditopang oleh ekspor konsentrat tembaga, katoda tembaga, mutiara, dan serealia.

Sementara itu, nilai impor tercatat sebesar US$57,75 juta secara kumulatif sehingga menjaga posisi surplus perdagangan daerah.

Menurut DJPb NTB, pertumbuhan ekspor yang signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu terutama didorong oleh pemberian izin ekspor konsentrat tembaga dan katoda hasil pengolahan smelter AMMN.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mengapa Prabowo Instruksikan Bahasa Perancis Diajarkan di Sekolah?
• 9 jam lalukompas.id
thumb
Kinerja Operasional IPCC Tumbuh 16,01% per April 2026, Didorong Distribusi Kargo Internasional
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Jelang Puncak Waisak 2570 BE, Pelita Perdamaian Menyala di Candi Mendut
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Wamenpar tegaskan penindakan akomodasi ilegal di OTA demi keadilan
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Jepang dan Taiwan bagikan kiat tekan jumlah pasien kanker kolorektal
• 22 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.