Tradisi Manten Tebu Tandai Musim Giling 2026, PT RMI Blitar Bidik 128 Ribu Ton Gula

beritajatim.com
5 jam lalu
Cover Berita

Blitar (beritajatim.com) — PT Rejoso Manis Indo (RMI) yang merupakan bagian dari Mitr Phol Group, secara resmi memulai operasional musim giling tebu tahun 2026. Pembukaan operasional ini dikemas secara apik melalui balutan tradisi budaya Manten Tebu.

Acara ini bukan sekadar perayaan pembuka, melainkan bentuk nyata komitmen perusahaan dalam menjaga kesinambungan produksi gula nasional.

Acara seremonial ini turut dihadiri oleh jajaran manajemen, mitra petani tebu, perwakilan pemerintah, serta pemangku kepentingan strategis lainnya. Beberapa tokoh utama yang hadir dan menjadi narasumber antara lain Bupati Blitar Rijanto, Vice President Director PT RMI – Mitr Phol Group Syukur Iwantoro, dan Ketua Petani Indonesia Sarjan Tahir.

Pada musim giling tahun ini, PT RMI mematok sejumlah target optimistis sebagai bentuk dukungan terhadap Program Swasembada Gula Nasional. Perusahaan menargetkan pengolahan tebu milik petani mencapai 1,55 juta ton.

Sementara untuk tingkat rendemen tebu diproyeksikan menyentuh angka 8 persen. Sedangkan kapasitas giling disiapkan secara optimal sebesar 10.000 TCD (ton cane per day).

Total produksi gula kristal putih yang dihasilkan PT RMI pun ditargetkan mencapai 128.000 ton. Target-target tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan untuk terus meningkatkan efisiensi operasional dan produktivitas industri gula di Tanah Air.

“Kontribusi swasembada kebutuhan gula 6 juta ton kalau kita 135 ribu ton, itu sudah mencapai persen, 4 persen Blitar saja,” ungkap Syukur Iwantoro, Vice President Director PT RMI, Sabtu (30/5/2026).

Momen Opening Ceremony ini juga menjadi panggung penting bagi para pahlawan pangan. Sepuluh petani mitra yang mewakili masyarakat petani tebu Kabupaten Blitar secara resmi menggemakan deklarasi dukungan terhadap keberhasilan swasembada gula nasional.

Dukungan ini akan diwujudkan melalui peningkatan produksi dan penguatan kemitraan dengan pihak industri. Para petani menyatakan bahwa Kabupaten Blitar menyimpan potensi yang sangat signifikan dalam menyokong kebutuhan gula nasional. Hal ini ditandai dengan tren positif pada perluasan areal tanam, peningkatan produktivitas, serta bertambahnya jumlah petani tebu di wilayah tersebut.

Kehadiran PT RMI – Mitr Phol Group, khususnya di wilayah Kecamatan Binangun, dinilai para petani telah membawa dampak positif yang nyata. Kemitraan yang terjalin dirasa transparan dan berkelanjutan, memberikan kepastian pembelian, kejelasan harga, hingga sistem pembayaran yang sangat akuntabel.

“Upaya mencapai target yakni pembinaan petani, pembayaran, harga sesuai aturan pemerintah dan lain-lain petani sejahtera, kami jaya,” tegasnya.

Di balik optimisme dan sinergi yang terjalin, deklarasi tersebut juga memuat sejumlah harapan dan tuntutan kepada Pemerintah Pusat demi memperkuat ekosistem industri gula nasional. Ketujuh poin tersebut meliputi:

  1. Percepatan pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan serta jembatan dari sentra produksi tebu menuju pabrik gula, dengan fokus utama pada jalur Brongkos menuju Jalan Lintas Selatan (JLS).
  2. Penetapan kebijakan harga tebu yang mampu mengangkat kesejahteraan petani sekaligus merangsang pertumbuhan industri gula.
  3. Peningkatan aksesibilitas terhadap pembiayaan alat dan mesin pertanian (alsintan).
  4. Pemberian kemudahan akses untuk mendapatkan pupuk, baik subsidi maupun non-subsidi, dengan harga yang terjangkau.
  5. Jaminan ketersediaan bibit tebu unggul yang adaptif dengan kondisi agroklimat daerah setempat.
  6. Penguatan program pendampingan serta pembinaan lapangan guna mendongkrak produktivitas petani.
  7. Penerbitan kebijakan-kebijakan pemerintah lainnya yang secara riil berpihak pada nasib petani tebu dan keberlangsungan industri gula berbasis tebu di Indonesia.

Melalui pelaksanaan Opening Ceremony Crushing Season 2026 ini, PT RMI – Mitr Phol Group memancarkan optimisme tinggi terhadap kelancaran operasional tahun ini. Kolaborasi yang solid antara perusahaan, petani, dan pemerintah diyakini akan menjadi kunci utama dalam mewujudkan kemandirian dan kejayaan gula nasional di masa depan. (owi/kun)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
John Herdman Ungkap Karakter Pemain yang Cocok Dibawa Timnas Indonesia ke Piala AFF 2026
• 9 jam lalubola.com
thumb
PUBG Mobile-Blue Lock kolaborasi, bisa diakses hingga 30 Juni
• 5 menit laluantaranews.com
thumb
PSSI Rilis Skuad Timnas U-19 untuk Piala AFF U-19 2026, Misi Pertahankan Gelar di Sumatera Utara
• 21 jam lalurepublika.co.id
thumb
Hamas Desak Dewan Perdamaian dalam Keberpihakannya terhadap Rencana Perluasan Israel
• 15 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Binus hadapi UPH pada final Campus League Regional Jakarta
• 2 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.