Kelompok perlawanan Palestina, Hamas mendesak Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) untuk menyatakan posisinya dalam rencana perluasan kendali Israel atas Jalur Gaza. Hamas mengkritik BoP dengan menyebut dewan itu bungkam terhadap masalah ini.
Hazem Qassem Juru bicara Hamas, Jumat (29/5/2026), mengecam kebungkaman Dewan Perdamaian termasuk Nickolay Mladenov perwakilan tinggi untuk Gaza terhadap rencana Israel yang hendak menguasai 70 persen wilayah itu, dan terus melakukan penggusuran terhadap warga Palestina.
Dilansir dari Anadolu, ia mengatakan rencana Israel itu merupakan pelanggaran yang nyata atas kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Palestina, serta pelanggaran kesepahaman mengenai Gaza.
Juru bicara Hamas itu mempertanyakan komitmen negara-negara maupun berbagai pihak yang terlibat dalam Dewan Perdamaian untuk menindak Israel, dan meminta pertanggungjawaban negara zionis tersebut atas tindakan pelanggaran berkelanjutan.
BoP didesak untuk mengambil posisi yang jelas dan terbuka terhadap permasalahan itu, terlebih ketika Israel telah melanggar perjanjian gencatan senjata berulang-ulang kali, serta menekan Zionis untuk menghentikan kebijakannya di Gaza dengan langkah-langkah praktis.
Di sisi lain, Benjamin Netanyahu Perdana Menteri Israel pada, Kamis (29/5/2026), mengakui bahwa saat ini Israel telah menguasai 60 persen wilayah Gaza dan berencana melakukan ekspansi hingga 70 persen.
Pada Oktober lalu, tentara Israel menyatakan mereka menguasai 53 persen wilayah Gaza setelah menempatkan ulang posisi garis kuning. Upaya tersebut di bawah fase pertama rencana Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri perang di Gaza.
Pada 17 Februari, Israel Katz Menteri Pertahanan Israel mengatakan bahwa tentaranya tidak akan bergerak seperempat militer pun dari garis kuning sebelum Hamas melakukan pelucutan senjatanya.
BoP sendiri dibentuk pada 16 Januari, bersamaan dengan Komite Nasional untuk Administrasi Gaza, dan Pasukan Stabilisasi Internasional, yang menjadi fase kedua rencana Trump.
Sementara itu, kantor media Gaza melaporkan bahwa serangan Israel telah membuat 922 warga Palestina meninggal, dengan 2.786 lainnya terluka sejak gencatan senjata mulai berlaku Oktober.
Genosida yang dilakukan zionis Israel di Palestina telah membuat lebih dari 72.000 warga Palestina meninggal, dan melukai 172.000 lainnya, dengan sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak. (vve/bil/iss)



