Kejayaan dan Kejatuhan yang Singkat, Liverpool dan Arne Slot Resmi Berpisah

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Liverpool resmi mengakhiri kerja sama dengan Arne Slot. Di musim kedua pelatih asal Belanda itu, performa Liverpool turun tajam tidak hanya gagal mempertahankan gelar liga, tapi juga tercecer di posisi kelima klasemen akhir Liga Inggris musim 2025/2026.

Dalam keterangan bersama manajemen, Liverpool mengapresiasi kinerja Slot yang telah mendatangkan gelar liga ke-20 bagi Si Merah di musim pertamanya. Liverpool juga mengapresiasi Arne Slot yang masih mampu membawa Si Merah berkompetisi di Liga Champions musim depan.

"Bahwa ini adalah keputusan yang sulit bagi kami untuk membuat sebagai klub tidak perlu dikatakan lagi. Kontribusi Arne untuk Liverpool FC pada saat dia bersama kami sangat signifikan, bermakna dan - yang paling penting untuk semua pendukung dan diri kami sendiri - sukses," dalam keterangan resmi klub, Sabtu, 30 Mei 2026.

Baca Juga :

4 Epic Comeback di Final Liga Champions, 3 Tim Inggris Jadi Juara
Arne Slot dan Bayang-Bayang Jurgen Klopp Kedatangan Arne Slot ke Liverpool cukup menyita perhatian publik. Pasalnya, Slot hanya memiliki pengalaman sukses di Eredivisie dengan membawa Feyenord meraih trofi Eredivisie (2022/2023) dan Piala KNVB (2023/2024).

Selain itu, ia juga menggantikan sosok legendaris, Jurgen Klopp yang mampu mengembalikan kajayaan Si Merah. Tak sedikit yang menilai Liverpool akan kesulitan di musim perdana mantan pemain PEC Zwolle itu.

Sadar akan hal tersebut, sebelum berpisah Jurgen Klopp berpesan bahwa The Kop harus mendukung pelatih Belanda itu sama seperti saat mendukungnya. Dalam acara perpisahan dengan klub, Klopp bahkan sampai menyanyikan nama Arne Slot.

Keraguan terhadap Arne Slot bertambah ketika di musim perdananya Liverpool tidak aktif di bursa transfer. Praktis Liverpool hanya mendatangkan Federico Chiesa dari Juventus dengan biaya  £12,5 juta (sekitar Rp 255 miliar).

Liverpool juga sebenarnya mendatangkan kiper, Giorgi Mamardashvili dari Valencia di jendela transfer yang sama. Hanya saja Mamardashvili baru bergabung di musim kedua.

Arne Slot. Foto: Liverpoolfc.com

Menjalani musim dengan keraguan dari banyak pihak, Liverpool justru tampil luar biasa. Tak hanya menjadi juara, Liverpool juga menampilkan sepak bola yang atraktif.

Meski tidak seatraktif Liverpool era Jurgen Klopp yang terkenal dengan Heavy Metal Football, Arne Slot tampak lebih mengedepankan keseimbangan. Dari segi manajemen permainan, Arne Slot tidak hanya sering menurunkan tempo ketika unggul, tapi juga mengganti pemain kunci-sesuatu yang jarang dilakukan Klopp.

Di sisi lapangan, Arne Slot hampir kebalikan dari Jurgen Klopp. Jika Klopp selalu 'meledak-ledak' saat menyemangati pemain, protes, atau merayakan gol, Slot justru sering tampak tenang.

Gelar juara Liga Inggris musim 2024/2025 menjadi lengkap dengan raihan individu. Mohammed Salah menyabet gelar top skor, top asis dan pemain terbaik, sedangkan Arne Slot mearih penghargaan Manajer terbaik.

Meski meraih gelar juara, Arne Slot tetap berada di bawah bayang-bayang Klopp. Pasalnya pemain yang ia latih merupakan warisan Jurgen Klopp. Musim Kedua, Ujian Sebenarnya Di musim kedua bersama Arne Slot, Liverpool tampak ambisius tidak hanya mempertahankan gelar liga, tapi juga menargetkan juara Liga Champions. Hal tersebut tampak dari aktivitas transfer Liverpool.

Musim ini Liverpool kehilangan beberapa pilar seperti Trent Alexander-Arnold, Caoimhín Kelleher, Jarell Quansah, Harvey Elliot, Kostas Tsimikas, Darwin Nunez, dan Luis Diaz. Si Merah juga kehilangan Diogo Jota yang wafat akibat kecelakaan mobil.

Sebagi gantinya, Liverpool mendatangkan nama-nama tenar. Floriant Wirtz dan Frimpong dari Bayer Leverkusen, Hugo Ekitike dari Eintracht Frankfurt, Milos Kerkez dari AFC Bornemouth, dan Alexander Isak dari Newcastle United sebelum jendela transfer ditutup.

Pada transfer tersebut, Liverpool mencatatkan rekor transfer klub dalam 1 jendela transfer. Total belanja Liverpool pada musim panas sekitar £446,5 juta hingga £450 juta (sekitar Rp 9,3 triliun).

Meski gagal di Community Shield, Liverpool sempat tampil meyakinkan dengan menyapu bersih lima laga awal. Namun, kondisi tiba-tiba berubah karena Liverpool kalah tujuh pertandingan beruntun di semua kompetisi.

Arne Slot. Foto: Liverpoolfc.com

Setelah itu, Liverpool tampil inkonsisten. Penurunan performa pemain kunci seperti Mohammed Salah dan Virgil van Dijk, pemain baru yang kesulitan beradaptasi, hingga cidera pemain menjadi penyebab.

Namun, Arne Slot menjadi pihak yang disalahkan. Para suporter mulai mempertanyakan kualitas strategis serta pemilihan pemain yang dinilai tidak berdasarkan performa.

Hingga akhir musim, Liverpool tampil terseok. Beruntung Liverpool masih mampu finis di Zona Liga Champions.

Perpisahan Arne Slot dan Liverpool menjadi kabar yang mengagetkan. Meski tampil buruk, Arne Slo sendiri pernah mengatakan bahwa manajemen mendukungnya untuk menjadi pelatih Liverpool di musim depan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rano Karno Minta Rivalitas Suporter Persija-Persib Harus Diakhiri
• 9 jam laluokezone.com
thumb
Gagal Berangkatkan Ribuan Calon Jemaah Umrah, Pengakuan Direktur Utama Hanania Group Soal Kondisi Perusahaannya Disorot
• 5 jam lalugrid.id
thumb
Harga Emas Berfluktuasi di Tengah Konflik AS-Iran, Pasar Menanti Arah Kebijakan The Fed
• 15 jam lalubisnis.com
thumb
Denda Pajak Kendaraan di Jakarta Bakal Dihapus Selama 3 Bulan, Simak Aturannya
• 2 jam laludetik.com
thumb
Negara Memburu Siapa yang Paling Patuh
• 17 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.