Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sebanyak 747 jiwa mengungsi ke tempat yang lebih aman, lantaran terdampak banjir di Kota Manado, Sulawesi Utara. Total ada 314 kepala keluarga (KK) atau 968 jiwa terdampak banjir yang dipicu luapan saluran air, yang tidak mampu membendung tingginya intensitas hujan.
"Sebanyak 215 kepala keluarga atau 747 jiwa terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, melansir Antara, Sabtu, 30 Mei 2026.
Baca Juga :
BPBD Sumsel Catat 90 Bencana hingga Mei 2026, Banjir Terbanyak
Kluster permukiman yang terendam meliputi Kelurahan Pakowa di Kecamatan Wanea, Kelurahan Paal IV di Kecamatan Tikala, Kelurahan Dendengan Dalam di Kecamatan Paal Dua, serta Kelurahan Komo dan Kelurahan Ternate Tanjung di Kecamatan Wenang.
Penyaluran bantuan untuk penyintas banjir di Kota Manado, Sulawesi Utara. ANTARA/HO-BPBD Manado
"Sampai Jumat sore, 29 Mei, kondisi genangan banjir di sejumlah titik dilaporkan mulai surut dan masyarakat secara bertahap mulai kembali ke rumahnya masing-masing untuk melakukan pembersihan lingkungan dari sisa material lumpur," jelas dia.
BNPB memastikan penanganan logistik dan tempat penampungan darurat bagi para pengungsi telah diakomodasi oleh petugas gabungan di lapangan, guna menjamin kebutuhan dasar warga terpenuhi.




