Ekspor Mobil Hyundai dan Isuzu Kompak Melemah Sepanjang Januari–April 2026

bisnis.com
7 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Kinerja ekspor mobil secara utuh (completely built up/CBU) dari Indonesia mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang periode Januari hingga April 2026, meskipun dua merek utama yakni Hyundai dan Isuzu harus menghadapi penurunan volume pengiriman yang cukup tajam ke pasar global.

Kontraksi pengiriman kedua pabrikan ini menjadi catatan tersendiri di tengah performa kumulatif industri otomotif nasional yang masih mampu bergerak di zona hijau.

Berdasarkan data terbaru dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), dikutip Sabtu (30/5/2026) total ekspor CBU nasional sepanjang empat bulan pertama 2026 mencapai 159.662 unit.

Volume tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 10,4% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu sebanyak 144.652 unit.

PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia mencatatkan koreksi performa ekspor yang cukup dalam. Sepanjang Januari hingga April 2026, pabrikan asal Korea Selatan ini hanya mampu mengapalkan sebanyak 14.380 unit mobil ke luar negeri.

Pencapaian tersebut menyusut 7,2% yoy dibandingkan dengan realisasi periode yang sama pada 2025 yang mampu menyentuh angka 15.492 unit. Dengan demikian, Hyundai kehilangan potensi pengiriman sebanyak 1.112 unit di pasar ekspor sepanjang awal tahun berjalan ini.

Baca Juga

  • Hyundai 2027 IONIQ 9 Calligraphy Black Ink Meluncur di Pasar AS
  • Hyundai Kaji Dampak Potensi Kenaikan Pajak ke Penjualan Mobil Listrik
  • Hyundai dan TVS Motor Bikin Kendaraan Listrik Roda Tiga Seperti Bajaj

Jika ditinjau secara bulanan pada April 2026, kinerja tahunan Hyundai juga melemah 7,2% menjadi 3.727 unit dari posisi April 2025 yang sebanyak 4.017 unit. Kendati demikian, jika dibandingkan secara bulanan berjalan (quarter-on-quarter), pengiriman April 2026 terpantau mengalami lompatan sebesar 59,8% dari perolehan Maret 2026 yang hanya berada di level 2.332 unit.

Tren penurunan pengiriman ke luar negeri disusul oleh Isuzu yang menorehkan rapor merah lebih dalam dari sisi persentase pertumbuhan. Sepanjang kumulatif caturwulan I/2026, volume ekspor Isuzu anjlok hingga 29,3% yoy menjadi 1.956 unit, dari torehan musim sebelumnya yang sempat mengamankan angka 2.768 unit.

Khusus pada bulan April 2026, Isuzu tercatat hanya mengirimkan 477 unit kendaraan ke pasar mancanegara. Jumlah itu merosot hingga 33,8% jika disandingkan dengan kinerja April 2025 yang sukses membukukan ekspor sebanyak 720 unit.

Penurunan volume ekspor dari Hyundai dan Isuzu berbanding terbalik dengan performa para penguasa pasar asal Jepang lainnya. Sebagai contoh, Toyota masih kokoh memimpin takhta ekspor dengan akumulasi mencapai 54.046 unit hingga April 2026, naik 7,0% yoy dari posisi sebelumnya 50.501 unit.

Langkah serupa juga diikuti oleh Daihatsu yang melesat 33,4% yoy menjadi 42.205 unit, serta Mitsubishi Motors yang tumbuh 14,2% yoy ke level 34.548 unit. Dinamika pengapalan ini memperlihatkan adanya pergeseran penyerapan produk di beberapa negara tujuan ekspor utama untuk model-model kendaraan tertentu.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Sulawesi 2026, Tiga Kabupaten Ini Jadi yang Terbaik dalam Menekan Pengangguran 
• 17 jam lalukompas.com
thumb
Gaji Anthony Gordon di Barcelona Terungkap, Jauh di Bawah Marcus Rashford
• 10 jam lalumedcom.id
thumb
Anak Aktif dan Suka Bereksplorasi? Ini Pentingnya Perlindungan Luka untuk Anak
• 6 jam laluherstory.co.id
thumb
Beasiswa Anak Asuh PT Vale Wujudkan Mimpi Ribuan Anak Terancam Putus Sekolah di Sorowako
• 8 jam laluterkini.id
thumb
Semakin Banyak Kurir Pengantar Makanan di Tiongkok Membawa Anak Saat Bekerja di Tengah Lesunya Perekonomian
• 12 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.