AS Ancam Perang Lagi dengan Iran Jika Tak Ada Kesepakatan Mutlak

cnbcindonesia.com
5 jam lalu
Cover Berita
Foto: Presiden Amerika Serikat Donald Trump memimpin rapat kabinet di Ruang Kabinet Gedung Putih, Washington D.C., bersama Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Menteri Perdagangan Howard Lutnick, dan Menteri Transportasi Sean Duffy, Selasa (27/5/2026). REUTERS/Evan Vucci

Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) memperingatkan siap kembali melanjutkan perang dengan Iran jika upaya mencapai kesepakatan damai menemui jalan buntu.

Peringatan itu muncul saat Presiden Donald Trump menegaskan setiap kesepakatan harus memenuhi syarat mutlak Washington, termasuk memastikan Teheran tidak pernah mengembangkan senjata nuklir.

Gedung Putih sebelumnya memberi sinyal Trump semakin dekat mengambil keputusan terkait potensi kesepakatan dengan Iran. Namun, Teheran membantah telah ada kesepakatan final untuk mengakhiri konflik yang berlangsung.


Baca: Laut Timur Tengah Beracun, Ketumpahan Minyak Seluas 60 Kilometer

Sejumlah sumber AS mengatakan kepada AFP bahwa rancangan kesepakatan sebenarnya tinggal menunggu persetujuan akhir Trump. Meski begitu, Trump belum mengambil keputusan usai menggelar rapat di Situation Room Gedung Putih pada Jumat waktu setempat.

Di tengah ketidakpastian itu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyampaikan peringatan keras saat menghadiri forum pertahanan di Singapura.

"Washington lebih dari mampu untuk kembali melanjutkan perang," ujar Hegseth, dikutip dari AFP, Sabtu (30/5/2026).

Komando Pusat AS (CENTCOM) juga menegaskan pasukan Amerika tetap siaga di kawasan. Dalam unggahan di X, CENTCOM menyebut personel militer AS "tetap berada di kawasan dan terus waspada."

Prospek kesepakatan kembali dipertanyakan pekan ini setelah AS melancarkan serangan ke pelabuhan Bandar Abbas di Iran. Teheran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan balasan.

Kantor berita pemerintah Iran, IRNA, pada Sabtu melaporkan sistem pertahanan udara negaranya berhasil menembak jatuh sebuah drone yang disebut milik "musuh agresor AS-Zionis," mengutip pernyataan militer Iran.

Meski ketegangan meningkat, jalur diplomasi masih terus berjalan.

Pembahasan juga mencakup upaya penghentian pertempuran di Lebanon. Iran menegaskan isu Lebanon harus masuk dalam setiap pembicaraan penghentian perang, sementara pasukan Israel dilaporkan terus bergerak lebih jauh di wilayah tersebut.

Trump menegaskan dua prioritas utama Washington dalam setiap kesepakatan adalah Iran harus berkomitmen tidak pernah mengembangkan senjata nuklir, serta membuka kembali Selat Hormuz yang selama ini diblokade.

"Presiden Trump hanya akan membuat kesepakatan yang menguntungkan Amerika Serikat dan memenuhi garis merahnya," kata seorang pejabat Gedung Putih. Ia menambahkan, "Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir."


(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: AS-Iran Sepakat Gencatan Senjata 60 Hari

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BTS Berhasil Kumpulkan 840 Ribu Penonton di Tur Amerika Utara
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
PBNU Salurkan Kurban ke Daerah 3T hingga Korban Genosida Israel di Palestina
• 15 jam laluokezone.com
thumb
Menuju Indonesia Emas 2045, Wamendagri Ajak Papua Pacu Pembangunan
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Lineup PSG Vs Arsenal: Les Parisiens Turunkan Kekuatan Penuh, The Gunners Andalkan Havertz
• 3 jam lalumedcom.id
thumb
Songsong Indonesia Emas 2045, Menko Polkam-Mendagri Beri Pembekalan untuk Praja IPDN
• 15 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.