Pacu Pertumbuhan Bisnis di Indonesia, Perusahaan Korsel Andalkan R&D

bisnis.com
7 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan asal Korea Selatan PT Coway International Indonesia mengandalkan penguatan riset dan pengembangan (research and development/R&D) untuk mendukung ekspansi bisnis serta pengembangan produk pemurni air dan udara di pasar Indonesia.

Vice President Director Coway Indonesia Jake Lee mengatakan inovasi berbasis riset menjadi salah satu strategi perusahaan untuk menyesuaikan produk dengan perubahan kebutuhan konsumen.

“Dengan dukungan riset global dan pengembangan teknologi yang kuat, kami terus melahirkan produk yang dirancang untuk mendukung kualitas hidup yang lebih sehat, nyaman, dan modern,” ujarnya melalui keterangan resmi, Sabtu (30/5/2026).

Menurut dia, pengembangan teknologi berbasis riset global dan analisis data menjadi bagian dari upaya perusahaan menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Strategi tersebut dijalankan melalui Coway R&D Center yang berfokus pada pengembangan teknologi pemurnian air dan udara.

Pusat riset yang berdiri sejak 1993 dan berlokasi di Seoul National University Research Park sejak 2008 itu mendukung pengembangan produk Coway di lebih dari 50 negara, termasuk Indonesia. Fasilitas tersebut didukung lebih dari 300 peneliti yang mengembangkan berbagai produk environmental home appliances, seperti water purifier, air purifier, bidet, dan mattress.

Selain pengembangan teknologi, perusahaan juga melakukan riset terkait perilaku konsumen, pola hidup, serta kondisi lingkungan di masing-masing negara untuk menyesuaikan spesifikasi produk dengan kebutuhan pasar setempat.

Baca Juga

  • Pengusaha AMDK Gandeng Badan Geologi Perkuat Upaya Keberlanjutan Air Baku
  • Kualitas Udara Jakarta Juara 2 Terburuk di Dunia saat Iduladha 1447 H
  • Peningkatan Polusi Udara Ancam Prospek Pertumbuhan Ekonomi

Hingga 2025, Coway tercatat memiliki lebih dari 5.591 hak kekayaan intelektual. Perusahaan juga didukung tenaga ahli kualitas air dan water sommelier yang memiliki sertifikasi internasional.

Coway turut mengembangkan sistem analisis berbasis data melalui Water Map dan Air Map Service. Water Map dibangun berdasarkan analisis sekitar 2.700 data kualitas air di 41 negara, sedangkan Air Map Service mengolah lebih dari 120 miliar data kualitas udara dari berbagai wilayah dan kondisi iklim.

Data tersebut digunakan untuk membantu perusahaan mengembangkan produk yang disesuaikan dengan karakteristik lingkungan di masing-masing negara, termasuk Indonesia.

Menurut Jake, pendekatan berbasis riset dan data menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menjaga relevansi produk di tengah perubahan kebutuhan konsumen.

“Kami ingin menunjukkan bagaimana riset dan teknologi dapat diterjemahkan menjadi solusi yang dekat dengan kebutuhan konsumen. Kami akan terus berinovasi untuk memastikan produk-produk yang kami hadirkan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern saat ini,” katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Soal Laporan Mama Sinta, Dandhy: Hak Setiap Orang Tahu yang Sebenarnya Terjadi di Papua
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Diduga Granat Nanas Ditemukan di Bekasi, Diamankan Tim Jihandak Polda Metro
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Ditanya Soal Kebahagiaan Usai Bercerai, Boiyen: Bahagia Bukan dari Orang Lain
• 14 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Respons Dandhy Laksono Usai Film Pesta Babi Dilaporkan Mama Sinta ke Polda Metro
• 11 jam lalukompas.com
thumb
PDIP Sebut Program Koperasi Desa Merah Putih Buat Susah Pemerintah Daerah
• 7 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.