PDIP Minta Prabowo Tak Asal Instruksikan Bahasa Prancis di Sekolah: Perlu Kajian Mendalam!

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – PDI Perjuangan (PDIP) buka suara soal instruksi Presiden RI Prabowo Subianto terkait pembelajaran bahasa Prancis di seluruh tingkatan sekolah di Indonesia. 

Menurut Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira, penentuan bahasa yang diajarkan di sekolah harus mengacu pada kebutuhan pendidikan nasional dan kajian kurikulum. Bukan ditentukan berdasarkan kunjungan presiden ke suatu negara tertentu.  

Baca Juga :
Penguatan Hubungan Indonesia-Prancis Disebut Penting untuk Dukung Kepentingan Nasional
Prabowo Bawa Pulang Kesepakatan Bisnis Rp61 Triliun dari Prancis

“Kalau soal selera bahasa, saya kira itu biar kurikulum sekolah-sekolah yang menentukan,” kata Andreas kepada wartawan di kawasan Jakarta Utara, dikutip Minggu, 31 Mei 2026.

Andreas menyebut jangan sampai tiap kali pemerintah menjalin hubungan dengan negara tertentu, maka bahasa negara tersebut diwacanakan menjadi bagian dari kurikulum wajib di tingkat nasional.

“Jangan nanti kalau kita ketemu pemimpin dari suatu negara, terus kemudian bahasa itu menjadi kurikulum wajib,” tutur dia.

Dia lantas mengakui bahasa Prancis merupakan salah satu bahasa internasional yang penting untuk dipelajari. Namun, menurutnya, bahasa Prancis lebih baik dijadikan sebagai mata pelajaran pilihan.

Prioritas utama pendidikan bahasa menurutnya adalah penguatan bahasa Indonesia dan penguasaan bahasa Inggris. 

“Tapi kalau menjadi kurikulum wajib, saya kira kita perlu bahasa Inggris, kita perlu memperkuat bahasa Indonesia. Itu yang paling penting untuk pembinaan pendidikan, terutama pendidikan bahasa,” ungkap Andreas.

Sementara itu, Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat menjelaskan bahasa Prancis penting untuk dipelajari, namun kebijakan tersebut tidak bisa langsung ditetapkan menjadi kurikulum wajib di sekolah Indonesia. 

Menurut Djarot, butuh kajian mendalam sebelum menetapkan kebijakan tersebut.

“Masalah bahasa Prancis itu penting juga. Tapi tidak bisa serta-merta begitu Presiden berkunjung ke Prancis, kemudian beliau berbicara akan mewajibkan pendidikan bahasa Prancis di semua tingkatan sekolah,” ucap Djarot.

Djarot pun mengingatkan agar kurikulum pendidikan disusun secara terukur dan tidak bergantung pada agenda kunjungan presiden ke luar negeri. 

“Kalau misalnya beliau ke mana lagi, Afrika misalnya, apakah kemudian bahasa Afrika yang harus diajarkan? Kan tidak begitu. Maka perlu kajian secara mendalam, bahasa-bahasa asing yang harus dikuasai oleh anak-anak kita itu apa. Yang wajib apa, yang pilihan apa,” pungkas Djarot.

Baca Juga :
Prabowo Tunjuk AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung
PDIP Sindir Rencana Safari Politik Jokowi untuk PSI: Jangan Lupa Tunjukkan Ijazah Asli
Wamendagri Ribka Dorong Papua Jemput Program Prioritas Prabowo demi Percepat Pembangunan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hampir 90 Hari, Warga Teheran Turun ke Jalan Dukung Pemerintah Iran Lawan AS-Israel
• 12 jam lalumatamata.com
thumb
Layanan Imigrasi Palopo Permudah Warga “Turun Gunung” Mengurus Paspor Secara Mandiri
• 16 jam lalupantau.com
thumb
Hampir Semua Musisi Batal Tampil di Konser Freedom 250 yang Diusung Donald Trump
• 16 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Libur Idul Adha, Kawasan Braga Bandung Dipadati Wisatawan | JURNAL NUSANTARA
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Anak Aktif dan Suka Bereksplorasi? Ini Pentingnya Perlindungan Luka untuk Anak
• 4 jam laluherstory.co.id
Berhasil disimpan.