Hampir Semua Musisi Batal Tampil di Konser Freedom 250 yang Diusung Donald Trump

suarasurabaya.net
1 jam lalu
Cover Berita

Rencana konser patriotik Freedom 250 yang didukung pemerintahan Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS) di Washington DC menghadapi kendala besar setelah hampir semua musisi dan grup musik membatalkan partisipasi mereka.

Terbaru, Bret Michaels penyanyi rock dan grup legendaris The Commodores memutuskan mundur dari rangkaian konser yang dijadwalkan berlangsung pada 25 Juni hingga 10 Juli 2026 di National Mall, Washington DC.

Dalam pernyataan resminya, Bret Michaels mengaku awalnya memahami acara tersebut sebagai perayaan nasional untuk menghormati AS. Namun, menurutnya, konsep acara berkembang menjadi sesuatu yang lebih memecah belah.

“Sayangnya, apa yang awalnya disampaikan kepada kami sebagai perayaan negara telah berkembang menjadi sesuatu yang jauh lebih divisif daripada yang saya setujui untuk menjadi bagian darinya,” tulis Michaels seperti dikutip The Hollywood Reporter, Sabtu (30/5/2026).

Ia juga mengungkapkan adanya kekhawatiran terkait keselamatan dirinya, keluarga, kru, hingga para penggemarnya setelah muncul berbagai ancaman yang disebut tidak berdasar dan tidak dapat diterima.

Meski mundur, Michaels menegaskan keputusannya bukan karena alasan politik.

“Ini bukan soal politik. Ini tentang tetap setia pada apa yang selama ini saya yakini. Semua orang berhak memiliki pendapat masing-masing. Sebagai seorang ayah, sahabat, dan rekan satu band, saya harus menganggap serius ancaman dan persoalan keamanan,” ujarnya.

Michaels juga menekankan bahwa musik seharusnya menjadi alat pemersatu, bukan sumber perpecahan.

Selain Bret Michaels, grup musik The Commodores juga mengumumkan pembatalan keikutsertaan mereka. Dalam unggahan di media sosial, grup tersebut menyatakan tidak ingin dikaitkan dengan partai politik tertentu.

“The Commodores tidak akan tampil di Great American State Fair. Musik selalu menjadi suara kami dan kami memilih untuk tidak berafiliasi secara publik dengan satu partai politik tertentu. Kami mendukung kemajuan seluruh rakyat Amerika,” tulis mereka.

Sebelumnya, sejumlah musisi lain juga lebih dulu membatalkan penampilan mereka, termasuk Young MC, Morris Day, Martina McBride, dan beberapa nama lainnya.

Kontroversi juga muncul terkait daftar pengisi acara yang diumumkan panitia. Grup C+C Music Factory sempat menimbulkan kebingungan setelah salah satu anggotanya, Freedom Williams, menyatakan tetap tampil meski mengaku tidak mendukung Trump.

Namun, pendiri grup tersebut, Robert Clivillés, kemudian menegaskan bahwa pandangan politik Williams merupakan pendapat pribadi dan tidak mewakili C+C Music Factory.

Kontroversi serupa terjadi pada nama Milli Vanilli. Jodie Rocco, salah satu penyanyi asli di balik lagu-lagu Milli Vanilli, mengaku terkejut ketika melihat nama grup tersebut masuk daftar pengisi acara.

Menurutnya, yang akan tampil hanyalah Fab Morvan, sosok yang dikenal sebagai wajah Milli Vanilli bersama mendiang Rob Pilatus dalam skandal lip-sync terkenal pada era 1990-an.

Meski demikian, Fab Morvan menyatakan dirinya ingin tampil untuk menghibur dan menyatukan masyarakat. “Saya hadir untuk menghibur dan menyatukan orang, bukan memecah belah. Mari merayakan kehidupan dan musik bersama-sama,” ujarnya.

Freedom 250 merupakan program kemitraan publik-swasta yang didukung pemerintahan Donald Trump untuk memperingati 250 tahun Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat.

Namun dengan semakin banyaknya musisi yang mengundurkan diri, kini muncul pertanyaan mengenai siapa yang akan mengisi slot penampilan yang kosong menjelang pelaksanaan acara.

Julia Friedland juru bicara Freedom 250, membantah anggapan bahwa acara tersebut bersifat partisan atau berpihak pada kelompok politik tertentu. Ia menegaskan bahwa tujuan utama acara tersebut adalah merayakan sejarah AS selama dua setengah abad, sesuai visi yang diusung Donald Trump.

“Saya tidak melihat ada sesuatu yang partisan dalam merayakan 250 tahun berdirinya Amerika Serikat,” kata Friedland. (bil/iss)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Susunan Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Tingkat Pusat Resmi dari BPIP
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Polkadot Cerah hingga Outer Butter, Ini Tren Fashion yang Lagi Diburu Cewek Urban
• 9 jam laluviva.co.id
thumb
Ombudsman RI Sebut Penguatan Otonomi Digital Jadi Strategi Masa Depan Pelayanan Publik
• 1 jam lalupantau.com
thumb
Bukan Hipotermia, Dua Alasan Satu Keluarga Tewas di Dalam Tenda Saat Glamping di Temanggung
• 17 jam lalurepublika.co.id
thumb
Ahmad Kalla Lego Rp195,2 M Saham Bukaka (BUKK), Kenapa?
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.