Jakarta, tvOnenews.com - Paris Saint-Germain berhasil keluar sebagai juara Liga Champions 2025-2026 untuk dua musim beruntun usai mengalahkan Arsenal di final. Mereka menang tipis 4-3 lewat adu penalti.
PSG merupakan juara bertahan dalam turnamen ini. Namun, mereka tertinggal lebih dulu dalam duel di Puskas Arena, Budapest, Hungaria pada Sabtu (30/5/2026) malam WIB.
Leandro Trossard mengirim umpan kepada Kai Havertz di tengah lapangan. Sang striker asal Jerman berhasil lepas dari jebakan offside dalam situasi tersebut.
Havertz langsung berlari ke arah gawang dan sukses menaklukkan Matvey Safonov dalam situasi satu lawan satu. Tembakannya mengarah ke atas gawang dan sukses membuka skor untuk Arsenal.
PSG mendominasi aliran bola. Mereka punya kesempatan untuk melepaskan tembakan pada menit ke-13 melalui Fabian Ruiz. Namun, tendangannya masih jauh dari sasaran.
Tembakan tepat sasaran pertama PSG baru datang di menit ke-45 lewat lima menit. Ruiz melepaskan tembakan dari luar kotak penalti, namun Raya masih mampu mengamankan bola.
Skor 1-0 mengakhiri babak pertama namun Arsenal langsung merugi pada menit kedua di babak kedua. Cristhian Mosquera dikartu kuning karena dianggap membuang waktu, itu kemudian berdampak kepada situasi berikutnya.
Mosquera melakukan pelanggaran terhadap Khvicha Kvaratskhelia di kotak terlarang pada yang berujung kepada penalti. Ousmane Dembele maju sebagai eksekutor dan sukses menyamakan skor pada menit ke-66.
Mikel Arteta langsung menarik keluar Mosquera, yang berisiko kena kartu merah. Jurrien Timber masuk menggantikannya, sedangkan Viktor Gyokeres turun untuk menggantikan Martin Odegaard.
Arsenal mencoba bermain lebih terbuka, namun berisiko diserang balik. Pada menit ke-77, Les Parisiens punya peluang emas untuk menyerang balik melalui Kvaratskhelia namun gagal berujung gol.
Menjelang berakhirnya laga, PSG punya dua peluang emas melalui Vitinha dan Bradley Barcola. Namun, keduanya gagal berujung gol.
Skor 1-1 mengakhiri waktu normal dan Arteta melakukan dua pergantian pemain lagi. Martin Zubimendi dan Eberechi Eze masuk dari bangku cadangan untuk menggantikan Myles Lewis-Skelly dan Kai Havertz.
Enrique juga melakukan pergantian pemain dengan mengirim Wairen Zaire-Emery untuk Fabian Ruiz. Dia mencoba untuk menambah daya gedor namun kesulitan menemukan jalan.




