Dari Autopilot ke Ugal-Ugalan, Kini Prabowo Disebut Keras Kepala

wartaekonomi.co.id
1 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pegiat media sosial Ariyo Bimmo mengungkapkan perbandingan gaya kepemimpinan tiga presiden Indonesia berdasarkan penilaian publik: Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Joko Widodo (Jokowi), dan Prabowo Subianto.

Menjabat dari 2004 hingga 2014, SBY kerap dijuluki sebagai presiden autopilot karena dinilai terlalu lambat, normatif, dan hati-hati. Jokowi yang memimpin pada periode 2014–2024 disebut ugal-ugalan karena dianggap terlalu ambisius membangun infrastruktur, menambah utang, dan menjalankan proyek mercusuar. Kini, Prabowo dicap keras kepala karena tetap memaksakan program prioritas meski kondisi ekonomi sedang tertekan.

"Dulu, Presiden SBY disebut sebagai presiden *autopilot*, katanya terlalu lambat, terlalu normatif, terlalu hati-hati. Lalu Presiden Jokowi disebut ugal-ugalan, katanya terlalu ambisius membangun infrastruktur, katanya terlalu banyak utang, katanya proyek mercusuar. Sekarang, Presiden Prabowo disebut keras kepala, dibilang memaksakan program, dibilang ambisi pribadi, dibilang tidak peka terhadap ancaman ekonomi," ungkap Ariyo, dikutip dari YouTube COKRO TV, Minggu (31/5).

Ia menambahkan, pola penilaian publik terhadap presiden selalu berubah sesuai gaya kepemimpinan.

"Perhatikan polanya. Kalau pemimpinnya hati-hati dibilang lemah, kalau agresif membangun dibilang ugal-ugalan, kalau tetap menjalankan program prioritas dibilang keras kepala. Artinya apa? Dalam politik modern, *framing* negatif terhadap pemerintah akan selalu ada, dan media sosial memperbesar semuanya," imbuhnya.

Baca Juga: Jalankan MBG di Tengah Tekanan Ekonomi, Prabowo Tak Bisa Disebut Keras Kepala

Sebagai informasi, Prabowo dianggap keras kepala karena tetap menjalankan program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih meski kondisi ekonomi dinilai tidak stabil. 

Kepemimpinannya bahkan dibandingkan dengan Presiden ke-3 B.J. Habibie, yang dianggap rasional karena menghentikan proyek strategis saat krisis moneter 1998.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
DAMRI Tambah Bus untuk Rute Trip 3 Negara
• 14 jam lalumedcom.id
thumb
Menuju Perayaan 5 Abad Jakarta, Pemprov Siapkan Tim Panitia Khusus
• 16 jam laludetik.com
thumb
7 Rekomendasi Film Thriller Psikologis Korea di Netflix yang Wajib Ditonton
• 16 jam lalubeautynesia.id
thumb
330 Ribu Kendaraan Melintasi Tol Regional Nusantara hingga H+2 Iduladha
• 11 jam lalurctiplus.com
thumb
Sandri Rumanama Dorong Danantara Punya BUMN untuk Kelola Bisnis Transportasi Online
• 15 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.