Grid.ID - Rencana Dedi Mulyadi targetkan 3 hari wilayah Bandung Raya bakal bebas sampah ramai mencuri perhatian publik. Bahkan Gubernur Jawa Barat itu sampai turun langsung untuk mengomandoi.
Usut punya usut, hal itu dilakukan Dedi Mulyadi lantaran ia sudah muak (tak tahan) melihat banyaknya sampah di kawasan Bandung Raya. Itulah sebabnya, pria yang akrab disapa KDM itu berencana turun langsung.
Berdasarkan penuturannya, saat ini ada sekitar 113 ton sampah yang menumpuk. Bahkan sebagian di antaranya sudah tidak tertangani dalam waktu lama.
Itulah sebanya kali ini Dedi Mulyadi targetkan 3 hari wilayah Bandung Raya bakal bebas sampah.
“Pagi hari ini saya akan berangkat ke Bandung untuk mengomandoi seluruh wilayah Bandung Raya agar sampahnya selesai dalam waktu tiga hari ke depan sehingga tidak ada lagi sampah yang menahun,” ujar Dedi Mulyadi pada Kamis (28/5/2026) dikutip Grid.ID dari TribunJabar.id.
Berdasarkan pengamatan Dedi, masalah soal sampah di kawasan Bandung Raya yang terus menerus meningkat. Apalagi tatkala libur panjang tiba.
Padahal, volume proses pengangkutan tidak berjalan optimal alias kurang. Yang akhirnya membuat persoalan sampah menjadi tak tertangani dengan baik.
“Setiap libur panjang pasti melahirkan tumpukan sampah yang mungkin tidak selesai ditangani pasca libur itu,” imbuh Dedi Mulyadi.
Sementara itu, dilansir dari Kompas.com, apabila penanganan daruratnya selesai, Dedi akan memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan fokus membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi.
Yakni mulai dari skala besar hingga tingkat desa dan kelurahan. Sementara itu, melansir dari Kompas.com, Pengelolaan sampah akan dilakukan melalui dua pendekatan, yakni optimalisasi pengelolaan di tempat pembuangan akhir (TPA).
Dan penguatan pengolahan sampah berbasis lingkungan permukiman.
“Ke depan kita akan fokus melakukan pengelolaan sampah dengan baik, baik yang berada di TPA maupun yang masih ada di rumah-rumah," tandasnya.
Terakhir selain Dedi Mulyadi targetkan 3 hari wilayah Bandung Raya bakal bebas sampah, ia juga meminta Pemprov Jabar mendorong pembentukan sistem pengelolaan sampah skala kecil di desa dan kelurahan (*)
Artikel Asli




