HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Paris Saint-Germain (PSG) kembali mengukir sejarah. Mereka menjuarai Liga Champions untuk kedua kalinya secara beruntun setelah mengalahkan Arsenal lewat adu penalti 4-3 di Budapest, Minggu (31/5/2026). Kemenangan PSG ini membuat Arsenal masih puasa gelar Liga Champions selama 20 tahun.
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, secara terbuka mengakui kehebatan PSG yang menurutnya memiliki kualitas penguasaan bola dan aksi individu yang luar biasa. “Saya mengucapkan selamat kepada PSG, khususnya Luis (Enrique), karena menurut saya mereka adalah tim terbaik di dunia,” jelas Arteta setelah pertandingan seperti dilaporkan TNT Sports.
“Apa yang mampu mereka lakukan dengan bola dan aksi individual, saya belum pernah melihatnya. Bukan soal rencana bermain dalam situasi tertentu ketika tidak menguasai bola, tetapi mereka memaksa Anda bermain seperti itu. Jadi pujian lebih besar pantas diberikan kepada para pemain mereka.”
Meski menampilkan semangat juang tinggi dengan gol cepat dari Kai Havertz, Arsenal harus puas gagal meraih trofi Liga Champions pertamanya setelah 20 tahun menunggu sejak terakhir kali mencapai final. Arteta mengaku kecewa dan menilai timnya belum berada pada level yang sama dengan PSG, terutama dalam hal penguasaan bola yang di sepanjang pertandingan hanya di bawah 25 persen.
“Perkembangan yang kami alami dalam beberapa tahun terakhir harus kami ulangi lagi karena level kompetisi meningkat setiap musim,” kata Arteta menegaskan perlunya Arsenal untuk terus berkembang agar bisa bersaing di level tertinggi Eropa.
Arteta juga menyoroti keputusan wasit yang tidak memberikan penalti kepada Arsenal saat Noni Madueke dijatuhkan dalam situasi skor masih imbang 1-1. Namun, dia memilih menerima hasil akhir dan tetap fokus pada perbaikan tim.
Dalam hampir tujuh tahun menangani Arsenal, Arteta berhasil mengembalikan klub London tersebut ke papan atas sepak bola Inggris dan menjuarai Liga Inggris setelah penantian 22 tahun. Kendati demikian, dia mengakui masih ada pekerjaan besar yang harus dilakukan untuk membawa Arsenal meraih gelar di kancah Eropa.





