Trump Disebut Ragukan Vance Jadi Penerusnya

viva.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Presiden AS Donald Trump meragukan kelayakan Wakil Presiden JD Vance sebagai penerusnya. Trump diketahui secara rutin meminta pendapat baik mengenai Vance maupun Menteri Luar Negeri Marco Rubio.

Hal itu diungkapkan The New York Times (NYT) pada Sabtu (30/5), mengutip sumber yang mengetahui hal itu. Menurut laporan tersebut pada awal Mei, Trump bahkan menanyakan kepada sejumlah tamu dalam sebuah acara tentang siapa yang lebih layak menjadi kandidat presiden. Namun, surat kabar tersebut menyebut Trump telah menunjukkan bahwa dirinya tidak mendukung keduanya.

Baca Juga :
Hegseth Tegaskan Militer AS Pilih Kemampuan Mematikan daripada Pamer Kekuatan, Sindir China?
AS Rampas Aset Kripto Iran Senilai Rp17,8 Triliun

Dikutip dari Sputnik, Minggu, 31 Mei 2026, NYT melaporkan bahwa ketika melakukan jajak pendapat pribadi mengenai Vance dan Rubio, Trump kerap membandingkan kinerja Vance dengan pencapaiannya sendiri. Trump juga berulang kali mengatakan kepada para pendukungnya bahwa Vance tidak pernah memenangkan pemilihan yang kompetitif tanpa bantuannya.

Ia juga menyinggung jumlah hari libur yang diambil Vance selama menjabat sebagai wakil presiden. Sementara itu, Trump sendiri disebut jarang mengambil liburan.

Menurut laporan NYT, Trump juga menyoroti sejumlah momen ketika Vance dinilai bertindak kurang sesuai dengan posisinya. Presiden AS itu disebut pernah mengungkit insiden musim semi tahun lalu ketika Vance menjatuhkan trofi kejuaraan sepak bola negara bagian Ohio di halaman selatan Gedung Putih.

Dalam berbagai pertemuan, Vance juga disebut kerap menggeser-geser layar ponselnya dan menggunakan media sosial untuk berdebat dengan para pengkritiknya.

Laporan itu menyebut Trump memang aktif mengunggah pesan di Truth Social, tetapi tidak menghabiskan waktu untuk menanggapi pengguna lain di media sosial. Kepala Staf Gedung Putih Susie Wiles baru-baru ini bahkan menyarankan Vance untuk beristirahat dari media sosial karena menilai perdebatan semacam itu tidak pantas bagi jabatannya, menurut sumber yang dikutip NYT.

Meski demikian, orang-orang dekat Trump dan Vance masih meyakini bahwa wakil presiden tersebut merupakan sosok yang paling tepat untuk menjadi penerus Trump, tulis surat kabar itu. Partai Republik harus menentukan calon presiden baru sebelum pemilihan presiden November 2028 karena Trump tidak bisa mencalonkan diri untuk masa jabatan ketiga berdasarkan Konstitusi AS.

Baca Juga :
Gedung Putih: Trump Hanya Terima Kesepakatan yang Menguntungkan AS
Kesepakatan AS-Iran Sudah Dekat, Tapi Trump Belum Mau Beri Lampu Hijau
AS Bakal Tutup Akses Pendaratan Maskapai Penerbangan Iran, Pengisian BBM hingga Penjualan Tiket

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Transformasi Haji Saudi dan Harapan bagi Jamaah Indonesia
• 3 jam lalurepublika.co.id
thumb
Prabowo Pulang Bawa Kerja Sama Rp61,25 Triliun dari Prancis
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Rodri: Sebelum Kami Juara EURO, Spanyol Bukan Favorit Piala Dunia 2026
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
PT Vale Tetap di Jalur Pengurangan GRK, Penurunan Emisi Karbon Berlanjut di 2025
• 18 jam laluterkini.id
thumb
Blokade Laut AS Terhadap Iran Masih Berlaku, Iran: Khianati Diplomasi
• 5 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.