PT Vale Tetap di Jalur Pengurangan GRK, Penurunan Emisi Karbon Berlanjut di 2025

terkini.id
5 jam lalu
Cover Berita

Terkini, Makassar – PT Vale Indonesia Tbk menunjukkan komitmen untuk tetap berada di jalur pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) menuju target operasi yang zero emisi karbon pada 2030. Komitmen tersebut disampaikan Presiden Direktur PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, dalam Laporan Tahunan dan Keberlanjutan 2025 yang dirilis pada 1 Mei 2026 lalu.

Dalam laporannya, Bernardus menyebut perusahaan terus meningkatkan kinerja lingkungan di tengah tantangan operasional, sembari menjaga keberlangsungan produksi pertambangan nikel.

“Selama tahun pelaporan, kami terus meningkatkan kinerja lingkungan dengan tetap menjaga keberlangsungan operasional di tengah lingkungan operasi yang menantang,” tulis Bernardus dalam laporan tersebut.

Di area operasional Sorowako, konsumsi energi terbarukan mengalami peningkatan dari 9,73 juta gigajoule (GJ) pada 2024 menjadi 9,75 juta GJ pada 2025. Angka ini berkontribusi sekitar 30,9 persen terhadap total konsumsi energi perusahaan. Peningkatan tersebut didukung oleh keberlanjutan transisi penggunaan biodiesel B40 yang mengandung 40 persen bahan baku biologis.

Sementara pada proyek ekspansi atau Indonesia Growth Project (IGP), energi terbarukan juga mulai berkontribusi signifikan. Di IGP Morowali, energi terbarukan menyumbang sekitar 31,1 persen dari total konsumsi energi, sedangkan di IGP Pomalaa mencapai 28,8 persen. Pemanfaatan biodiesel B35 dan B40 menjadi penopang utama kebutuhan energi pertambangan di kedua wilayah tersebut.

PT Vale juga menegaskan target pengurangan emisi absolut Cakupan 1 dan 2 sebesar 33 persen pada 2030 dibandingkan baseline 2017 untuk operasi Sorowako. Pada 2025, total emisi di Sorowako tercatat sebesar 2.074.623 ton CO2e, yang dinilai masih berada pada jalur pencapaian target tersebut.

Dalam jangka pendek, tingkat emisi diperkirakan relatif stabil karena sejumlah inisiatif dekarbonisasi utama baru akan diimplementasikan mulai 2027. Langkah tersebut meliputi pemanfaatan heat recovery, peningkatan proses dewatering bijih, hingga elektrifikasi operasional pertambangan.

“Ini diharapkan dapat menurunkan emisi GRK dan mendukung transisi menuju operasi yang lebih rendah karbon,” tulis manajemen PT Vale.

Selain fokus pada emisi karbon, perusahaan juga mencatat perbaikan kualitas udara di Sorowako. Emisi sulfur dioksida (SO2) tercatat turun sebesar 5,5 persen, sementara emisi partikulat menurun 26,4 persen, menunjukkan peningkatan pengendalian dampak lingkungan.

Pada aspek pengelolaan lahan, PT Vale melakukan reklamasi pascatambang seluas 156,67 hektare di Sorowako dan 1,42 hektare di IGP Morowali. Perusahaan juga melaksanakan rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) di luar area konsesi seluas 17.877 hektare.

Di sektor pengelolaan limbah dan efisiensi sumber daya, lebih dari 5 juta ton slag dan hampir 1 juta ton produk samping lainnya dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan konstruksi internal sepanjang 2025. Langkah ini disebut membantu mengurangi volume limbah ke tempat pembuangan akhir (*landfill*) sekaligus menekan potensi pelepasan polutan ke lingkungan.

Meski mengakui kinerja lingkungan dapat mengalami fluktuasi mengikuti dinamika operasional, PT Vale menegaskan arah kebijakan perusahaan tetap konsisten.

“Kami menyadari bahwa kinerja lingkungan dapat berfluktuasi seiring dinamika operasional. Namun, arah kami tetap jelas, yaitu menurunkan emisi, meningkatkan efisiensi, dan bergerak secara bertahap menuju praktik pertambangan yang lebih bertanggung jawab,” ujar Bernardus.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wamentan: DSI Dibentuk untuk Berantas Transfer Pricing dan Under Invoicing
• 12 jam lalurepublika.co.id
thumb
Potret serukan dukungan bagi musik Indonesia di Java Jazz 2026
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
Serangan Udara Israel Hantam Khan Younis dan Gaza, Belasan Warga Sipil Tewas
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Gugatan Kim Soo Hyun terhadap YouTuber Kim Se Eui Bertambah Jadi Rp355,5 Miliar
• 14 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Menuju Pemilu 2029, PDIP Mulai Evaluasi UU Pemilu Lewat Tim Khusus di DPR
• 11 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.