Meta Dikabarkan Kembangkan Liontin Berbasis AI, Siap Diuji Coba Tahun Depan

suarasurabaya.net
1 jam lalu
Cover Berita

Perusahaan teknologi Meta dilaporkan tengah mengembangkan perangkat wearable berbasis kecerdasan buatan (AI) berbentuk liontin atau AI pendant, yang akan mulai diuji coba dalam satu tahun ke depan.

Melansir Techcruch, Minggu (31/5/2026), informasi tersebut terungkap dari memo internal perusahaan yang diperoleh media teknologi The Information.

Perangkat baru itu disebut akan melanjutkan teknologi yang sebelumnya dikembangkan oleh Limitless, startup perangkat AI yang diakuisisi Meta pada akhir 2025.

Sebelum diakuisisi, Limitless mengembangkan liontin AI yang dapat dipasang di pakaian atau dikenakan di leher untuk merekam percakapan pengguna. Saat mengumumkan akuisisi tersebut, Meta menyatakan langkah itu bertujuan untuk mempercepat pengembangan perangkat wearable berbasis AI.

Meski demikian, sejumlah perangkat wearable AI yang pernah diluncurkan sebelumnya belum berhasil menarik minat konsumen secara luas.

Hal itu diduga dipengaruhi oleh kekhawatiran terkait privasi pengguna, strategi pemasaran yang kurang tepat, hingga manfaat perangkat yang dianggap belum cukup signifikan dalam kehidupan sehari-hari.

Namun tren pengembangan perangkat AI wearable tampaknya masih terus berlanjut. Selain Meta, sejumlah perusahaan teknologi lain, termasuk OpenAI, juga masih mengeksplorasi peluang di segmen tersebut.

Dalam memo yang sama, Meta juga disebut berencana memperluas lini kacamata pintar berbasis AI, serta meluncurkan layanan berlangganan bisnis bernama Wearables for Work. Melalui berbagai perangkat baru tersebut, Meta berharap dapat memperbaiki kinerja divisi perangkat kerasnya, yakni Reality Labs.

Divisi tersebut selama beberapa tahun terakhir masih menghadapi tantangan besar. Pada kuartal pertama tahun ini, Reality Labs dilaporkan membukukan kerugian sekitar 4 miliar dolar AS atau setara sekitar Rp65 triliun.

Jika berhasil, pengembangan liontin AI dan perangkat wearable lainnya dapat menjadi langkah penting bagi Meta dalam memperkuat posisinya di pasar teknologi kecerdasan buatan yang semakin kompetitif. (bil/iss)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Puncak Haji Usai, Jemaah Tawaf Wada dan Berangsur Tinggalkan Makkah
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Juara Liga Tapi Dicekal FIFA, Persib Perpanjang Daftar Klub Indonesia yang Tersandung Sanksi
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Hasil Final Liga Champions 2026: PSG Juara! Kalahkan Arsenal Lewat Adu Penalti
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Wamen: Rupiah melemah jadi daya tarik wisatawan ke Indonesia
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Ketergantungan Kafein Generasi Muda untuk Sulit Hidup Tanpa Kopi?
• 17 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.