Polemik Mama Yasinta, Senator Minta Masyarakat Fokus pada Persoalan Papua

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota DPD RI dari Papua Barat Filep Wamafma meminta masyarakat Papua tidak terjebak dalam polemik perubahan sikap sejumlah tokoh pasca pemutaran film dokumenter Pesta Babi di berbagai daerah.

Filep mengatakan, masyarakat mestinya tetap fokus pada persoalan dampak deforestasi besar-besaran dan berbagai konsekuensi sosial-ekologis yang akan muncul akibat pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua.

"Jangan sampai perhatian masyarakat tersedot pada isu-isu yang bersifat personal atau perubahan sikap seseorang. Yang harus menjadi fokus kita adalah persoalan pokok yang sedang terjadi di Papua hari ini, yaitu deforestasi dalam skala besar, perampasan tanah masyarakat, pengungsian puluhan ribu warga, dan berbagai dampak struktural yang akan diwariskan kepada generasi mendatang," kata Filep, Minggu (31/5/2026).

Baca juga: Soal Laporan Mama Sinta, Dandhy: Hak Setiap Orang Tahu yang Sebenarnya Terjadi di Papua

Ketua Komite III DPD RI itu mengatakan, persoalan perampasan tanah masyarakat adat, kerusakan lingkungan, pengungsian warga, serta berbagai dampak sosial dari proyek-proyek berskala besar lebih genting untuk dikawal ketimbang mendebatkan perubahan dukungan individu.

Filep menyebut berbagai persoalan terus membayangi Papua dibalik narasi optimisime berbagai proyek jutaan hektar tersebut, mulai dari ketimpangan penguasaan lahan, deforestasi sistemik, hingga minimnya kontribusi pemanfaatan sumber daya alam terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.

Baca juga: Dandhy Laksono: Kami Memahami Perubahan Pilihan Sikap Mama Sinta

Menurutnya masyarakat Papua kini semakin kehilangan akses terhadap faktor-faktor produksi, khususnya tanah dan sumber daya alam yang selama ini menjadi basis kehidupan masyarakat adat.

"Ketika lahan-lahan jatuh ke tangan perusahaan besar, masyarakat kehilangan aset alamnya. Kesejahteraan tidak otomatis tumbuh seiring masuknya investasi karena nilai tambah ekonomi justru keluar dari wilayah. Yang tersisa bagi masyarakat sering kali hanyalah kerusakan lingkungan dan hilangnya ruang hidup," ucapnya.

Baca juga: Respons Dandhy Laksono soal Laporan Mama Sinta ke Polisi Terkait Film Pesta Babi

Ia pun menyinggung berbagai persoalan yang saat ini terjadi di Papua.

Termasuk pengungsian yang diperkirakan telah mencapai lebih dari 103.000 jiwa, meningkatnya kerentanan perempuan dan anak, masuknya aparat keamanan dalam jumlah besar ke sejumlah wilayah, serta ancaman terhadap keanekaragaman hayati yang menjadi kekayaan utama Papua.

“Yang harus dibicarakan adalah soal 103 ribu lebih warga yang hidup dalam kondisi pengungsian, soal perempuan dan anak yang semakin rentan, soal penguasaan lahan dan sumber daya, soal konsep pangan yang tidak mempertimbangkan realitas sosial-budaya masyarakat lokal, serta sejarah panjang eksploitasi Papua yang seolah tidak pernah berakhir," ungkapnya.

Baca juga: Mama Sinta Minta Penayangan Film Pesta Babi Dihentikan

Filep meminta seluruh elemen masyarakat sipil, akademisi, tokoh agama, pemuda, dan masyarakat adat untuk terus mengawal isu-isu substansial yang menyangkut masa depan Papua.

"Fokus kita harus tetap pada perlindungan Masyarakat adat, keselamatan masyarakat, keberlanjutan lingkungan, dan masa depan Papua. Jangan sampai isu-isu yang bersifat sementara mengaburkan persoalan utama yang sedang dihadapi rakyat Papua hari ini," ujar Filep.

Baca juga: Dilaporkan Mama Yasinta Soal Film Pesta Babi, Direktur LBH Papua Merauke: Kami Menghormati

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Sebelumnya diketahui, tokoh perempuan adat dan pejuang lingkungan dari Merauke, Papua Selatan, Yasinta Moiwend atau yang akrab disapa Mama Yasinta melaporkan Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Merauke Johnny Teddy Wakum yang disebut sebagai penanggung jawab peluncuran film Pesta Babi, ke Polda Metro Jaya, Jumat (29/5/2026).

Johnny dilaporkan atas dugaan pelanggaran data pribadi dan pemanfaatan identitas tanpa izin dalam tayangan film dokumenter Pesta Babi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Adhisty Zara Umumkan Sudah Menikah dengan Tsaqib, Kini Hamil Anak Pertama
• 4 menit lalukumparan.com
thumb
Prabowo Bikin Indonesia Jadi Bahan Perbincangan Global
• 10 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Libur Iduladha, Penumpang di Stasiun Malang Diproyeksi 43.159 Pelanggan
• 16 jam lalubisnis.com
thumb
PDIP Sebut Program Koperasi Desa Merah Putih Buat Susah Pemerintah Daerah
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Bung Ropan Mulai Curiga Pemain Ini akan Gantikan Posisi Jay Idzes di Timnas Indonesia dalam FIFA Matchday
• 12 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.