23 Tahun Dakwah Kenabian Muhammad, Refleksi Atas Problematika Umat Kekinian

republika.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Oleh: Azis Subekti, mahasiswa Program Doktor Hukum UAI, Anggota DPR RI Fraksi Gerindra.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-Sejarah sering kali menyimpan ironi yang sunyi.

Manusia kerap mengingat denting pedang lebih lama daripada suara kebijaksanaan. Perang lebih mudah dicatat daripada kesabaran. Kemenangan militer lebih cepat menjadi legenda dibandingkan keteladanan yang bekerja perlahan membentuk peradaban.

Baca Juga
  • Pancasila di Pusaran Zaman, Menguji Ketahanan Menghadapi Tantangan Lokal dan Global
  • PBNU: Jangan Hakimi Ribuan Pesantren karena Segelintir Oknum Pelaku Kekerasan Seksual
  • Membayar Dam di Tanah Air, Sebanyak 1.240 Ekor Kambing Jamaah Haji Disalurkan Baznas

Karena itu, ketika berbicara tentang perjalanan kenabian Muhammad selama dua puluh tiga tahun, tidak sedikit orang yang terjebak pada gambaran yang sempit: seolah sejarah itu hanya tentang ekspansi, konflik, dan penaklukan.

Padahal bila lembaran-lembaran sejarah dibaca secara utuh, yang tampak justru sebuah proses transformasi sosial yang jauh lebih dalam—perjalanan panjang membangun manusia, menyusun kepercayaan, memperkuat modal sosial, dan menghadirkan kepemimpinan yang bertumpu pada keteladanan.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Muhammad tidak memulai perjalanannya dari istana.

Ia tidak lahir dari dinasti penguasa.

Ia tidak memegang pasukan.

Ia bahkan tidak memiliki instrumen kekuasaan yang lazim dipakai untuk mengubah masyarakat.

Yang dimilikinya hanyalah reputasi moral.

Di tengah masyarakat Arab yang terpecah oleh kesukuan, konflik antarkabilah, dan ketimpangan sosial, ia dikenal dengan satu sebutan yang kelak menjadi modal sosial terbesar dalam sejarah dakwahnya: Al-Amin—orang yang dapat dipercaya.

Di situlah sesungguhnya fondasi perubahan itu diletakkan.

Infografis Keistimewaan Rasulullah - (Republika)

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Fase Armuzna Haji 1447 H Selesai, Seluruh Jamaah Indonesia Tinggalkan Mina
• 9 jam lalupantau.com
thumb
Pasar Barang Koleksi dan Preloved Tumbuh Seiring Perubahan Gaya Hidup Masyarakat Perkotaan
• 18 jam lalupantau.com
thumb
Kalla Lines Perkuat Armada dengan Penambahan Tugboat dan Barge untuk Tingkatkan Layanan Logistik Laut
• 17 jam laluharianfajar
thumb
Timnas U-19 Siap Tempur di Piala AFF, Nova Arianto Bicara Target Juara
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Tradisi Manten Tebu Tandai Musim Giling 2026, PT RMI Blitar Bidik 128 Ribu Ton Gula
• 16 jam laluberitajatim.com
Berhasil disimpan.