Jakarta, VIVA – Menteri Pertahanan (Menhan) Amerika Serikat (AS), Pete Hegseth menegaskan blokade angkatan laut AS terhadap Iran di Selat Hormuz masih berlaku.
Hal itu disampaikan Hegseth meskipun Presiden AS, Donald Trump sebelumnya mengisyaratkan kemungkinan pencabutan kebijakan tersebut.
“Blokade itu masih tetap berlaku,” kata Hegseth kepada para wartawan di sela-sela Dialog Shangri-La, sebuah forum keamanan yang sedang berlangsung di Singapura, dilansir dari ANTARA, Minggu, 31 Mei 2026.
Pada Jumat, 29 Mei 2026, Trump menulis di media sosial bahwa blokade angkatan laut AS terhadap Iran akan dicabut. Ia menambahkan bahwa dirinya akan membuat keputusan final dalam sebuah pertemuan di Situation Room Gedung Putih.
Sementara itu, Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, menuduh Trump mengkhianati upaya diplomasi dengan tetap mempertahankan blokade tersebut serta mengajukan tuntutan yang berlebihan dalam perundingan yang sedang berlangsung dengan Iran.
Pada 28 Februari, AS dan Israel mulai melancarkan serangan bersama terhadap target-target di Iran yang menewaskan lebih dari 3.000 orang. Kemudian pada 8 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan.
Namun, perundingan lanjutan di Islamabad berakhir tanpa hasil yang jelas. Meski tidak ada pengumuman dimulainya kembali konflik, AS mulai memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA





