Pasar mobil elektrifikasi di Indonesia kian menunjukkan dinamika yang menarik. Tak melulu soal model mobil listrik murni, tetapi mulai merambah segmen hibrida yang lebih luas seperti plug-in hybrid electric vehicle atau PHEV.
Sebab segmen PHEV tiga tahun terakhir alami pertumbuhan, utamanya saat pemain China mulai banyak masuk ke pasar domestik. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo menunjukkan, penjualan di segmen ini sudah menyentuh angka ribuan unit per tahun.
Padahal awalnya, segmen PHEV tak sanggup terjual hingga ratusan unit. Kilas balik 2019 silam hanya tersalurkan 25 unit, kemudian 2020 sempat drop 68 persen menyisakan distribusi 8 unit, hingga kembali melonjak 475 persen pada 2021 dengan raihan 46 unit.
Sayangnya satu tahun setelahnya, performa penerimaan PHEV kembali melandai 78,2 persen dengan hanya mengirimkan 10 menit. Baru pada 2023, berkat banyaknya produk baru PHEV membuat segmen ini kembali bergairah.
Saat periode tersebut, seluruh lini PHEV sanggup terjual hingga 128 unit alias menjulang 1.180 persen. Tren positif ini terus berlanjut hingga 2024 yang tumbuh 6,25 persen, naik tipis menjadi 136 unit.
Ledakan pasar yang paling fenomenal baru benar-benar pecah sepanjang tahun 2025 lalu. Kehadiran berbagai pabrikan baru, terutama merek asal China yang agresif meluncurkan lini produk ramah kantong, sukses mengerek penjualan PHEV hingga menembus 5.270 unit atau meroket hingga 3.775 persen.
Bagaimana tren PHEV selama 2026 berjalan? Selama Januari hingga April kemarin, total distribusi dari pabrik ke diler (wholesales) sudah mencapai 2.078 unit. Hasil itu sudah 39,4 persen dari total sepanjang 2025 kemarin.
Jika konsistensi pengiriman ini terus terjaga, bukan tidak mungkin rekor baru akan kembali tercipta pada akhir tahun nanti. Di sisi lain, dari sisi pasokan, lini PHEV yang diproduksi lokal juga terus digenjot untuk memenuhi permintaan pasar yang kian membeludak.
Setelah berhasil memproduksi sebanyak 6.024 unit pada tahun 2025, pabrikan dalam negeri kembali mencatatkan angka produksi sebanyak 1.411 unit pada periode Januari-April 2026. Mayoritas didominasi oleh merek China.
Meski demikian, jika dibandingkan dengan ceruk pasar otomotif nasional secara menyeluruh, segmen ini masih memiliki ruang tumbuh yang sangat luas. Total penjualan PHEV yang sebanyak 2.078 unit tersebut baru berkontribusi sekitar 0,71 persen dari total penjualan mobil nasional periode Januari-April 2026 yang mencapai 289.787 unit.
Mobil PHEV terlarisSecara peta persaingan merek, Chery saat ini tampil mendominasi pasar lewat performa luar biasa dari lini produk andalannya. Chery Tiggo 8 CSH memimpin sangat jauh di posisi puncak dengan catatan 956 unit, yang kemudian disusul oleh sang kakak Chery Tiggo 9 CSH dengan kontribusi sebanyak 223 unit.
Wuling berhasil mengamankan posisi papan atas lewat model Darion PHEV sebanyak 214 unit dan Eksion PHEV sebesar 193 unit. Sementara itu, Geely Starray EM-i menguntit di belakangnya dengan torehan 187 unit, dibayangi oleh duo Jaecoo J7 SHS (147 unit) serta Jaecoo J8 SHS (119 unit).
Pada ceruk segmen premium yang menyasar kalangan atas, pergerakannya terpantau jauh lebih eksklusif. Mazda CX-80 PHEV memimpin kelas mewah ini dengan raihan 31 unit, diikuti oleh Volvo XC90 PHEV yang terdistribusi sebanyak 6 unit, dan ditutup oleh SUV monster BMW XM PHEV yang laku sebanyak 2 unit.
Wholesales PHEV Januari-April 2026Chery Tiggo 8 CSH: 956 unit
Chery Tiggo 9 CSH: 223 unit
Wuling Darion PHEV: 214 unit
Wuling Eksion PHEV: 193 unit
Geely Starray EM-i: 187 unit
Jaecoo J7 SHS: 147 unit
Jaecoo J8 SHS: 119 unit
Mazda CX-80 PHEV: 31 unit
Volvo XC90 PHEV: 6 unit
BMW XM PHEV: 2 unit.
2019: 25 unit
2020: 8 unit
2021: 46 unit
2022: 10 unit
2023: 128 unit
2024: 136 unit
2025: 5.270 unit
2026 (Januari-April): 2.078 unit.
2025: 6.024 unit
2026 (Januari-April): 1.411 unit.




