Way Kambas Kembali Dibuka, Saatnya Jelajahi Hutan hingga Susur Sungai

kompas.id
4 jam lalu
Cover Berita

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS – Kegiatan wisata alam minat khusus di Taman Nasional Way Kambas atau TNWK di Kabupaten Lampung Timur, Lampung, kembali dibuka secara terbatas sejak Sabtu (30/5/2026). Pengunjung bisa menikmati beragam aktivitas, mulai dari jelajah hutan, susur sungai, hingga pengamatan burung liar.

Pembukaan kembali pariwasata TN Way Kambas mengacu pada nota dinas Kepala Balai TNWK tentang Pemberitahuan Pembukaan Wisata Alam Minat Khusus Terbatas Taman Nasional Way Kambas. Pembukaan itu dilakukan setelah upaya penanganan interaksi negatif antara gajah dan manusia di sana menunjukkan hasil yang positif.

Kepala Balai TN Way Kambas MDH Zaidi mengatakan, pembukaan kembali pariwisata TNWK melaui sejumlah pertimbangan. Salah satunya adalah karena konflik antara manusia dengan gajah liar di TNWK sudah semakin menurun selama beberapa bulan terakhir. Kegiatan blokade dan penjagaan yang dilakukan petugas TNWK bersama mitra dan masyarakat juga semakin baik.

Selain itu, pembangunan pagar pembatas atau barrier di sepanjang batas kawasan TNWK dengan lahan masyarakat juga sudah dimulai. Pembangunanan pembatas itu dilakukan sebagai solusi untuk mencegah konflik antara manusia dengan gajah.

“Selain itu, adanya permohonan dari beberapa desa penyangga, koperasi desa, masyarakat yang terdampak penutupan dan pelaku wisata di sekitar TNWK agar kegiatan wisata kembali dibuka,” kata Zaidi saat dihubungi dari Bandar Lampung, Minggu (31/5/2026).  

Aktivitas wisata di Taman Nasional Way Kambas sempat ditutup sementara sejak 16 Januari 2026. Penutupan itu untuk merespons permintaan masyarakat untuk menyelesaikan konflik manusia dengan gajah liar TNWK di perkebunan warga sekitar.

Selama berbulan-bulan, petugas dan masyarakat melakukan blokade agar gajah liar tidak keluar dari kawasan hutan TNWK. Masyarakat juga meminta pemerintah membangun pembatas antara TNWK dengan area kebun dan permukiman warga. (Kompas.id, 16/1/2026).

Kegiatan wisata yang dibuka saat ini bersifat terbatas, hanya pada jenis wisata tertentu dan pada lokasi yang telah ditetapkan.

Menurut Zaidi, kegiatan pariwisata di TNWK difokuskan pada wisata alam minat khusus. Wisatawan bisa menikmati pengalaman jelajah hutan, susur sungai, hingga pengamatan burung liar di alam. Seluruh kegiatan tersebut dilaksanakan di luar kawasan Pusat Konservasi Gajah (PKG) TN Way Kambas yang saat ini msih tutup karena dalam proses revitalisasi.

“Kegiatan wisata yang dibuka saat ini bersifat terbatas, hanya pada jenis wisata tertentu dan pada lokasi yang telah ditetapkan. Pengaturan ini dilakukan untuk memastikan aktivitas wisata tidak mengganggu satwa liar maupun kegiatan pembangunan yang sedang berlangsung, termasuk pembangunan barrier dan revitalisasi PKG, serta untuk menjaga keselamatan pengunjung,” papar Zaidi.

 

Zaidi menambahkan, wisatawan juga wajib mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku di kawasan TNWK. Selain mematuhi arahan petugas atau pemandu, wisatawan juga wajib menjaga kebersihan serta tidak mengganggu satwa liar. Wisatawan juga hanya boleh beraktivitas pada jalur dan lokasi yang telah ditetapkan.

Dia menekankan, pengelola TN Way Kambas menerapkan wisata alam berbasis konservasi. Kegiatan wisata yang dibuka dipastikan tetap mendukung tujuan utama pengelolaan kawasan, yaitu konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya. Kegiatan wisata juga dilakukan secara bertanggung jawab serta melalui pembatasan jenis aktivitas wisata, pengaturan lokasi kunjungan, hingga pengawasan oleh petugas.

Wisatawan yang ingin berkunjung ke Way Kambas, lanjut Zaidi, harus melalui koperasi desa penyangga maupun pegiat wisata desa dengan sistem grup. Dia menyebut, kunjungan perorangan belum diperbolehkan.

“Pengelolaan jumlah pengunjung akan disesuaikan dengan daya dukung kawasan, aspek keselamatan, serta pertimbangan konservasi. Evaluasi akan dilakukan secara berkala untuk memastikan kegiatan wisata tetap berjalan secara aman dan berkelanjutan,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Koperasi Plang Ijo Dewi Rasa, Desa Labuhan Ratu IX, Arif Lukman Fauzun mengatakan, para pelaku jasa wisata mengapresiasi pembukaan kembali aktivitas wisata alam di TN Way Kambas. Selama ini, cukup banyak masyarakat desa penyangga yang ekonominya bergantung pada aktivitas pariwisata di TN Way Kambas.

Sejak akhir tahun 2025, pihaknya sudah mendapat pesanan dari puluhan wisatawan mancanegara yang ingin melakukan pengamatan burung di TN Way Kambas. Dengan dibukanya kembali aktivitas pariwisata, pelaku jasa wisata akan mulai menjadwalkan kunjungan wisatawan mancanegara tersebut selama periode Juni hingga September 2026.

Menurut Arif, para pelaku jasa wisata siap mengikuti aturan terkait dengan konsep wisata minat khusus terbatas di TN Way Kambas. Masyarakat desa penyangga juga akan terus membantu upaya mitigasi konflik satwa di wilayah perbatasan hutan.

“Kegiatan wisata tanpa interaksi langsung dengan gajah dilaksanakan dengan tetap berupaya bersama-sama memperkuat kegiatan mitigasi dan blokade gajah liar yang akan masuk ke area masyarakat. Komitmen ini yang terus dikedepankan untuk bersama,” katanya.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Nova Arianto Terapkan Sentuhan Ala Shin Tae-yong, Mental Pemain Timnas Indonesia Langsung Ditempa di TC Medan Jelang Piala AFF U-19 2026
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Kevin Diks dan Emil Audero sudah sampai di Jakarta
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Arsenal Masih Puasa Gelar Liga Champions Selama 20 Tahun, Arteta Akui Kehebatan PSG
• 10 jam laluharianfajar
thumb
Patroli Polisi Amankan 15 Pemuda Tawuran di Jaktim, 7 Celurit Disita
• 18 jam laludetik.com
thumb
Waspada Banjir Rob di Pesisir NTT hingga Selasa 2 Juni
• 4 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.