Dalam catatan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2025 mencapai 85,60 persen, yang mana angka ini tertinggi se-Jawa Timur.
Menurut Armuji Plh Wali Kota Surabaya, kenaikan IPM dikarenakan semakin berkembangangnya UMKM di Surabaya yang sekaligus menekan tingkat kemiskinan.
“UMKM semakin berkembang. Upaya ini membawa indeks pembangunan manusia kota Surabaya mencapai 85,60 persen dan jadi yang tertinggi di Jawa Timur,” kata Armuji dalam upacara Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733, di Balai Kota Surabaya, Minggu (31/5/2026).
Selain UMKM, peningkatan IPM di Kota Surabaya juga didukung oleh pertumbuhan tiga rumah sakit umum daerah (RSUD), ratusan kelurahan yang terintegrasi dengan layanan primer dan ribuan puskesmas keluarga, serta optimalisasi layanan kesehatan untuk balita.
Dalam upacara HJKS ke-733 yang digelar pagi tadi, Armuji juga memastikan akses pendidikan dapat dinikmati secara merata oleh anak-anak Surabaya.
“Peningkatan pendidikan anak-anak Surabaya akan digenjot lewat program beasiswa pemuda tangguh, yang diberikan pada kurang lebih 16 ribu anak di tingkat SMA sederajat dan 5.000-an mahasiswa,” tambahnya.
Karena bagi Armuji, setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, dan beprestasi tanpa terkendala kondisi ekonomi keluarga.
Menurutnya, ini adalah wujud komitmen Pemkot dalam meningkatkan kualitas SDM di Surabaya, sekaligus memanfaatkan momentum bonus demografi menuju Indonesia Emas.(kir/iss)


