Pantau - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengajak generasi muda untuk terus meningkatkan kualitas dan kapasitas diri guna memanfaatkan bonus demografi dan menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
Pernyataan tersebut disampaikan Bima saat memberikan keynote speech dalam Kongres IV Blok Pelajar Politik Merdeka di Gedung Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Badan Narkotika Nasional di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Bima menegaskan bahwa Indonesia saat ini sedang menikmati bonus demografi, yakni kondisi ketika jumlah penduduk usia produktif lebih banyak dibandingkan kelompok lansia dan anak-anak.
Bima mengatakan, "Saat ini kita tengah mendapatkan bonus demografi [yaitu] ketika [usia] yang produktif lebih banyak daripada lansia dan anak-anak. Tapi, bonus demografi ini enggak selamanya."
Menurutnya, peluang tersebut harus dimanfaatkan dengan baik karena tidak akan berlangsung selamanya dan menjadi faktor penting dalam menentukan masa depan bangsa.
Bonus Demografi Harus Diimbangi Peningkatan Kualitas SDMBima menyampaikan bahwa berbagai lembaga internasional menilai Indonesia berpotensi menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar di dunia pada masa mendatang.
Namun, menurutnya, potensi tersebut hanya dapat terwujud apabila kualitas sumber daya manusia terus ditingkatkan.
Ia mengingatkan para pelajar agar tidak terjebak dalam kebingungan menentukan masa depan dan mampu memiliki arah serta tujuan hidup yang jelas.
Dengan arah hidup yang jelas, generasi muda dinilai dapat memaksimalkan seluruh potensi yang dimiliki untuk mendukung pembangunan nasional.
Bima juga menegaskan bahwa kualitas generasi muda tidak hanya diukur dari kemampuan individu, tetapi juga dari kepedulian terhadap lingkungan dan persoalan sosial di sekitarnya.
Kolaborasi dan Pemanfaatan Momentum Jadi KunciGenerasi muda didorong menjadi pribadi yang aktif, peka terhadap berbagai persoalan masyarakat, serta mampu menghadirkan solusi melalui kerja sama dan kolaborasi lintas sektor.
Bima mengatakan, "Ingat kata-kata saya. Masa depan akan dimiliki orang-orang yang terampil untuk menggunakan jejaring dan berkolaborasi."
Selain memperkuat kemampuan berkolaborasi, generasi muda juga diminta terus meningkatkan kompetensi dan memperluas wawasan global.
Meski demikian, Bima menekankan pentingnya menjaga jati diri dan semangat kebangsaan di tengah perkembangan dunia yang semakin dinamis.
Menurutnya, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan menjadi kebutuhan penting bagi generasi muda saat ini.
Bima mengatakan, "Semua tokoh-tokoh besar adalah orang-orang yang hebat memanfaatkan momentum. Semua politisi, ilmuwan, pengusaha, itu mereka paham momentum."
Ia menegaskan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan seseorang, tetapi juga oleh kemauan untuk terus belajar, bergerak, dan memanfaatkan peluang yang tersedia.




