Banyak Sampah dan Batang Pohon Nyangkut di Kali Ciputat, Diduga Biang Kerok Banjir Tangsel

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Ditemukan sampah hingga batang pohon yang menyangkut di aliran Kali Ciputat, Tangerang Selatan, saat sejumlah relawan melakukan penyusuran, Minggu (31/5/2026).

Penyusuran yang dilakukan sepanjang empat kilometer itu dilakukan untuk mencari penyebab banjir yang terus berulang di sejumlah wilayah Tangsel.

"Jadi sampahnya itu tidak hanya sampah plastik, jadi kayak mungkin beberapa warga nebang pohon kemudian dialirkan ke sungai sehingga beberapa tersangkut di sepanjang sungai itu,'' ujar Lurah Cipayung, Dini Nurlianti saat ditemui Kompas.com di lokasi, Minggu.

Baca juga: 200 Relawan Susuri 4 Km Aliran Kali Ciputat, Cari Penyebab Banjir di Tangsel

Menurut Dini, sampah menjadi salah satu temuan yang paling banyak dijumpai selama penyusuran.

Untuk memudahkan proses pengangkutan sampah, relawan memasang dua jaring penahan sampah di hilir lokasi penyusuran.

Sampah yang dikumpulkan itu diarahkan menuju jaring tersebut sebelum diangkut ke daratan.

"Yang satu (jaringnya) di Perumahan Pondok Payung Mas dan satu lagi di Ciputat, di Perumahan Pondok Hijau," kata Dini.

Selain membersihkan sungai, para relawan juga mendata berbagai kondisi yang ditemukan di lapangan.

Temuan tersebut akan dihimpun sebagai bahan analisis untuk mengetahui persoalan yang ada di sepanjang aliran Kali Ciputat.

Salah satu inisiator kegiatan, Nia, mengatakan penyusuran dilakukan untuk mencari jawaban atas banjir yang terus terjadi meski sejumlah upaya penanganan telah dilakukan.

Baca juga: Hujan dan Angin Kencang Terjang Tangsel, 33 Rumah Rusak, 180 KK Terdampak Banjir

"Jadi pertanyaan warga dan teman-teman di Tangsel itu, ini banjir tidak sudah-sudah, permasalahannya apa sih? Karena dari pemerintah juga sudah maksimal seperti pembenahan drainase dan normalisasi sungai, tapi tetap masih banjir," kata Nia.

Menurut dia, kegiatan tersebut masih merupakan tahap awal sehingga belum dapat disimpulkan faktor utama penyebab banjir di wilayah yang dilintasi Kali Ciputat.

"Nah, ini kita masih langkah awal. Kalau sudah ada data kan nanti kita bisa bantu pemerintah untuk baiknya seperti apa. Kalau sekarang masih awal, kita masih pengumpulan data sekaligus pembersihan sampahnya juga," ucap Nia.

Penyusuran Kali Ciputat itu diikuti sekitar 200 relawan dari Tangerang Selatan, Kota Tangerang, dan Jakarta.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Mereka dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk menyisir sejumlah titik di sepanjang aliran sungai.

Selain warga dan relawan, kegiatan tersebut juga melibatkan unsur BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP, akademisi, serta komunitas lingkungan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Presiden PSG Sebut Arsenal Kurang Beruntung di Final Liga Champions 2025-26
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Toyota Jual SUV Listrik Rp 292 Jutaan, Tapi Baterainya Nyicil
• 4 jam laluviva.co.id
thumb
Buku sebagai Akses Pengetahuan
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
3 Embung di Jagakarsa Jaksel yang Cocok untuk Tempat Rekreasi dan Olahraga
• 23 jam lalurctiplus.com
thumb
Instalasi Lampion Hari Waisak di Bundaran HI Curi Perhatian Warga
• 16 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.