PDI-P Sindir Ijazah Jokowi, PSI: Dulu Walkot, Gubernur, Presiden, Masa Enggak Dipelototin Ijazahnya?

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bestari Barus mengatakan, PDI-P justru menjadi pihak yang seharusnya paling tahu perihal ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).

Pasalnya, di masa lalu, Jokowi mencalonkan diri sebagai Wali Kota Solo, Gubernur DKI Jakarta, dan Presiden RI dari PDI-P.

"Kalau soal ijazah, ya kita tunggu saja waktunya nanti. Padahal seharusnya masyarakat itu bisa mengonfirmasi kepada Djarot dong. Kan dulu waktu mulai menjadi wali kota periode kedua, Gubernur DKI, Presiden, masa enggak diplototin itu?" ujar Bestari saat dihubungi Kompas.com, Minggu (31/5/2026).

Bestari pun tidak menanggapi lebih jauh sindiran PDI-P mengenai rencana Jokowi berkeliling Indonesia untuk PSI dan Projo.

Baca juga: Djarot PDI-P Sindir Kasus Ijazah Jokowi: Enggak Usah Drama, Tunjukkan

Dia menyebut sindiran PDI-P sebagai sesuatu yang kosong dan tidak berkelas.

"Ya gimana ya. Apa yang mau ditanggapi, kosong begitu. Ya kan? Kan sangat kosong. Enggak kelas gitu, pejabat partai cuma bisa ngomong seperti itu terhadap partai lainnya gitu kan," tukasnya.

"Kenapa enggak dia menata organisasinya saja? Iya toh? Kalau kemudian merasa gelisah, ya enggak usah terlalu diperlihatkan kegelisahan itu. Saya bingung mau nanggungin apa, karena kosong gitu. Enggak kelas sama sekali," sambung Bestari.

Sebelumnya, Ketua DPP PDI-P Djarot Saiful Hidayat meminta Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menunjukkan ijazah aslinya untuk mengakhiri polemik yang masih berkembang di tengah masyarakat.

Menurut Djarot, langkah tersebut lebih sederhana ketimbang persoalan itu terus bergulir melalui proses hukum, bahkan sampai ke persidangan.

Baca juga: Djarot: Jokowi Keliling Daerah Justru Bikin PDI-P Makin Solid

"Paling enak itu enggak usah pakai drama-drama. Enggak usah pakai drama-drama di pengadilan gitu loh ya. Kalau Anda tanya ijazah saya, saya tunjukkan pada Anda gitu ya," ujar Djarot usai acara Bimbingan Teknis (Bimtek) DPRD PDI-P se-Indonesia, Sabtu (30/5/2026).

Djarot mengatakan, Jokowi cukup menunjukkan ijazah yang selama ini dipersoalkan agar masyarakat memperoleh kepastian dan tidak lagi mempertanyakan keasliannya.

"Tapi ya beliau juga harus bisa menjelaskan, menunjukkan untuk supaya masyarakat betul-betul yakin ya bahwa ijazahnya itu asli. Tunjukkan saja ijazahnya," kata dia.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menilai, cara tersebut dapat menjadi jalan untuk meredam polemik yang terus berulang.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Barangkali untuk menetralisir itu bahwa beliau akan menunjukkan ijazah aslinya untuk mengakhiri polemik yang terjadi misalnya gitu ya. Jadi monggo," kata Djarot.

Adapun pernyataan itu disampaikan Djarot saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai rencana Jokowi berkeliling ke sejumlah daerah setelah kondisi kesehatannya pulih.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
MPR RI Buka LKBB-PB 2026 di Tangerang Selatan untuk Tanamkan Nilai Kebangsaan pada Generasi Muda Banten
• 12 jam lalupantau.com
thumb
Jenazah Eks Menhan Ryamizard Akan Disemayamkan di Rumah Duka di Cikeas Bogor
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Bang Anca Bongkar Mitos Halal, Baca Bismillah Saja tak Cukup
• 22 jam lalurepublika.co.id
thumb
Polisi Dalami Aliran Dana Korban dalam Kasus Dugaan Penipuan WO Marwah di Jakarta Timur
• 40 menit lalupantau.com
thumb
Tanpa Permohonan, Warga Jakarta Bisa Bayar PKB & BBNKB Bebas Denda
• 4 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.