HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Kompetisi Super League 2025/2026 baru saja berakhir, namun suasana di sekitar PSM Makassar belum benar-benar tenang. Di tengah proses evaluasi tim dan pencarian pelatih kepala baru, rumor mengenai masa depan sejumlah pemain Pasukan Ramang justru semakin ramai bergulir.
Jendela transfer yang belum resmi dibuka sepenuhnya sudah menghadirkan banyak spekulasi. Nama-nama pemain PSM mulai dikaitkan dengan berbagai klub peserta Super League musim depan. Menariknya, dari sekian banyak klub yang disebut-sebut, Persebaya Surabaya menjadi tim yang paling sering dikaitkan dengan pemain Juku Eja.
Sedikitnya delapan pemain PSM saat ini masuk dalam pusaran rumor transfer. Mereka adalah Rizky Eka Pratama, Victor Benjamin Dethan, Reza Arya Pratama, Syahrul Lasinari, Mufli Hidayat, Daffa Salman, Ricky Pratama, hingga bek asal Brasil, Aloisio Neto Soares.
Situasi ini sebenarnya tidak terlalu mengejutkan. Meski PSM menjalani musim yang naik turun, sejumlah pemain tetap mampu menunjukkan performa yang menarik perhatian klub lain. Apalagi beberapa di antaranya masih berusia muda dan memiliki potensi besar untuk berkembang dalam beberapa musim ke depan.
Persebaya menjadi klub yang paling sering muncul dalam berbagai pembicaraan transfer. Klub berjuluk Bajul Ijo itu disebut-sebut tertarik memboyong beberapa pemain PSM sekaligus untuk memperkuat skuad mereka musim depan.
Nama Aloisio Neto menjadi salah satu yang paling santer dibicarakan. Bek tangguh yang selama ini menjadi pilar penting di lini pertahanan PSM itu dikabarkan masuk radar sejumlah klub besar. Selain Persebaya, Persija Jakarta juga disebut tertarik menggunakan jasanya.
Di sektor lain, Daffa Salman juga terus dikaitkan dengan kepindahan ke Persib Bandung. Rumor tersebut bahkan sudah muncul sejak beberapa waktu lalu dan hingga kini masih menjadi perbincangan di kalangan suporter.
Sementara itu, pemain muda Victor Benjamin Dethan juga tidak lepas dari perhatian klub-klub besar. Persija Jakarta sempat disebut sebagai salah satu tim yang mengamati perkembangan pemain muda berbakat tersebut.
Mufli Hidayat pun masuk dalam daftar pemain yang berpotensi meninggalkan Makassar. Gelandang pekerja keras itu kabarnya diminati oleh PSS Sleman yang sedang berupaya membangun kekuatan baru setelah kembali ke kasta tertinggi.
Adapun Rizky Eka Pratama dikaitkan dengan klub promosi Adhyaksa FC. Ketertarikan klub-klub terhadap pemain PSM menunjukkan bahwa meskipun musim ini tidak berjalan sesuai harapan, kualitas individu para pemain Pasukan Ramang tetap mendapat pengakuan.
Di tengah derasnya berbagai rumor tersebut, jajaran pelatih PSM memilih bersikap tenang. Asisten pelatih Ahmad Amiruddin menilai isu perpindahan pemain merupakan sesuatu yang lumrah dalam dunia sepak bola profesional.
Menurutnya, setiap akhir musim selalu menjadi fase yang penuh dinamika. Ada pemain yang datang, ada yang bertahan, dan ada pula yang memutuskan mencari tantangan baru bersama klub lain.
“Yang namanya rumor itu normal dalam sepak bola. Karena pasti ada pemain yang datang, ada pemain yang pergi, dan ada juga pemain yang stay. Jadi tidak ada yang salah di situ, apalagi pada momen jendela transfer,” ujar Ahmad Amiruddin kepada FAJAR.
Mantan penyerang PSM itu menegaskan bahwa keputusan terkait komposisi skuad musim depan sepenuhnya akan menjadi kewenangan pelatih kepala baru bersama manajemen klub. Saat ini, PSM masih berada dalam fase penyusunan arah baru setelah berakhirnya kompetisi.
Karena itu, seluruh proses evaluasi pemain akan disesuaikan dengan kebutuhan pelatih yang nantinya ditunjuk untuk menakhodai tim.
“Tentu kami menyerahkan itu kepada manajemen dan pelatih baru nanti. Karena pelatih yang akan menentukan seperti apa pemain yang dia butuhkan, kemudian manajemen yang akan memutuskan juga,” lanjutnya.
Pandangan serupa juga disampaikan Direktur Teknik PSM Makassar, Zulkifli Syukur. Legenda hidup Juku Eja tersebut menilai musim yang baru saja berakhir harus menjadi momentum untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh.
Menurut Zulkifli, PSM membutuhkan proses restart agar mampu kembali bersaing di papan atas pada musim mendatang. Salah satu aspek yang menjadi perhatian utama adalah evaluasi terhadap komposisi pemain.
Selama musim ini, PSM memang menghadapi berbagai tantangan, mulai dari inkonsistensi performa hingga persoalan kedalaman skuad. Kondisi tersebut membuat manajemen dan tim teknis harus melakukan penilaian secara objektif terhadap seluruh pemain.
“Kalau saya sih restart tim ini. Salah satu yang penting ya itu (pemain). Karena sudah ada beberapa yang masuk daftar evaluasi, sudah kami serahkan ke manajemen juga terkait performa pemain musim ini,” kata Zulkifli.
Pernyataan tersebut semakin menguatkan sinyal bahwa PSM akan memasuki fase transisi yang cukup besar. Bukan hanya soal mencari pelatih baru, tetapi juga kemungkinan melakukan perombakan skuad dalam skala yang lebih luas.
Bagi suporter PSM, situasi ini tentu menghadirkan perasaan campur aduk. Di satu sisi, mereka berharap pemain-pemain terbaik tetap bertahan demi menjaga kekuatan tim. Namun di sisi lain, proses regenerasi dan penyegaran skuad juga dianggap penting agar Pasukan Ramang mampu kembali tampil kompetitif.
Yang jelas, hingga saat ini sebagian besar kabar yang beredar masih sebatas rumor dan spekulasi. Belum ada pengumuman resmi terkait masa depan para pemain yang disebut-sebut akan meninggalkan Makassar.
Meski demikian, satu hal yang pasti, beberapa pekan ke depan akan menjadi periode yang sangat menentukan bagi PSM Makassar. Di tengah upaya membangun kembali kekuatan tim, manajemen harus menghadapi tantangan menjaga pemain-pemain terbaik sekaligus menyusun fondasi baru untuk menghadapi musim 2026/2027. Pergerakan di bursa transfer pun akan menjadi salah satu penentu arah perjalanan Pasukan Ramang dalam memasuki era baru setelah berakhirnya musim ini.





