HARIAN.FAJAR.CO.ID, PANGKEP- Belajar tidak selalu harus di dalam kelas. Hal itu yang dilakukan sejumlah santri PPMI Shohwatul Is’ad, Jepang menjadi ruang belajar yang menghadirkan pengalaman baru tentang disiplin, budaya, teknologi, dan pendidikan dunia.
Pendamping program, Nurhidayah Natsir, menuturkan bahwa perjalanan program ini menunjukkan bahwa santri pesantren terbaik Shohwatul Is’ad tidak hanya belajar tentang agama di pondok, namun juga dipersiapkan untuk memahami dunia, beradaptasi dengan perkembangan zaman, dan membawa nilai-nilai keislaman dalam ruang internasional.
“Dari Jepang, para santri pulang membawa pengalaman berharga, inspirasi yang siap dibagi, dan harapan besar untuk masa depan,” katanya.
Melangkah dari sudut kampus internasional hingga laboratorium modern, perjalanan ini menjadi bukti bahwa santri mampu melangkah jauh membawa semangat ilmu dan peradaban.
Japan Overseas Study 2026 menjadi salah satu program berharga yang membuka kesempatan bagi santri PPMI Shohwatul Is’ad untuk mengenal dunia internasional secara lebih dekat.
“Kegiatan yang berlangsung pada 17-25 Mei 2025 ini tidak hanya menjadi perjalanan luar negeri biasa, tetapi juga pengalaman edukatif yang memperluas wawasan para peserta mengenai sistem pendidikan dan budaya Jepang yang dikenal maju serta disiplin,” ucapnya.
Selama berada di Negeri Sakura, para santri mengunjungi berbagai institusi pendidikan ternama dan mengikuti agenda akademik maupun edukatif. Beberapa lembaga yang menjadi tujuan kunjungan di antaranya Kaisei Academy Japan’s Language School, Osaka University, Kyoto University of Advanced Science, serta Osaka YMCA International High School.
“Melalui kunjungan tersebut, santri mendapatkan kesempatan untuk melihat langsung bagaimana pendidikan internasional berjalan. Mereka mengenal suasana belajar di kampus luar negeri, memahami pola pembelajaran modern, hingga mempelajari budaya masyarakat Jepang yang sangat menghargai waktu, kebersihan, dan kerja keras. Pengalaman ini menjadi pembelajaran nyata yang tidak dapat diperoleh hanya melalui teori di ruang kelas,” paparnya.
Ia juga menjelaskan, salah satu momen yang paling berkesan terjadi saat rombongan mengunjungi Kyoto University of Advanced Science. Para santri disambut langsung oleh pihak International Office dan mendapatkan penjelasan mengenai sistem perkuliahan, program internasional, serta kehidupan mahasiswa di Jepang.
“Menariknya, sesi tersebut juga menghadirkan salah satu mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di kampus itu sehingga para santri dapat mendengar pengalaman belajar secara langsung dari sesama pelajar Indonesia,” tuturnya.
Tidak hanya mengikuti seminar dan sesi sharing, para peserta juga diajak mengikuti campus walking tour untuk melihat berbagai fasilitas pembelajaran seperti laboratorium, ruang riset, dan area praktik mahasiswa.
“Kunjungan ini memberikan gambaran nyata tentang bagaimana lingkungan akademik internasional mendukung lahirnya inovasi dan penelitian,” ucapnya.
Kegiatan Japan Overseas Study ini menjadi langkah penting dalam membangun cara pandang global bagi santri.
“Pengalaman belajar lintas negara diharapkan mampu menumbuhkan motivasi, rasa percaya diri, dan semangat untuk terus mengembangkan diri di tengah persaingan dunia yang semakin terbuka,” tambahnya, Minggu, 31 Mei.(fit)





