Bisnis.com, JAKARTA — Hubungan dagang Indonesia dan Prancis semakin erat seiring penguatan kerja sama kedua negara di sektor pertahanan, energi, hingga pangan. Teranyar, Indonesia memutuskan untuk membuka akses pasar bagi produk susu dan daging sapi asal Prancis.
Presiden Prancis Emmanuel Macron menilai langkah tersebut tidak hanya memperkuat hubungan ekonomi kedua negara, melainkan juga mendukung agenda ketahanan pangan yang tengah dijalankan pemerintah Indonesia.
“Betapa senangnya kami atas dibukanya pasar Indonesia bagi sektor susu dan daging sapi kami,” kata Macron dalam konferensi pers bersama usai menerima kunjungan kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Élysée, Paris, Prancis, Kamis (28/5/2026) waktu setempat.
Menurutnya, pembukaan pasar tersebut sejalan dengan strategi Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat kedaulatan pangan nasional dan meningkatkan kualitas konsumsi masyarakat Indonesia. Dia juga mengaitkan kerja sama itu dengan berbagai program sosial yang tengah dikembangkan pemerintah Indonesia.
Di tengah meningkatnya hubungan bilateral tersebut, nilai impor Indonesia dari Prancis juga menunjukkan tren tumbuh dalam lima tahun terakhir.
Berdasarkan data Satu Data Perdagangan Kementerian Perdagangan (Kemendag), nilai impor Indonesia dari Prancis menunjukkan tren meningkat dalam lima tahun terakhir. Secara tren, impor Indonesia dari Prancis tumbuh rata-rata 6,24% per tahun sepanjang 2021—2025.
Baca Juga
- Bakom RI Bantah Rencana Kunjungan Prabowo ke Italia: Hanya ke Prancis
- Catatan di Balik Pembentukan Dewan Bisnis Raksasa Indonesia-Prancis
- Prabowo Kantongi 4 Kesepakatan Senilai Rp61 Triliun Hasil Lawatan dari Prancis
Pada 2021, total impor dari negara tersebut tercatat sebesar US$1.275,6 juta. Nilai itu naik 4,37% menjadi US$1.331,4 juta pada 2022 dan kembali meningkat 26,01% menjadi US$1.677,7 juta pada 2023. Namun, impor sempat terkoreksi 12,07% menjadi US$1.475,2 juta pada 2024 sebelum kembali melonjak 11,17% menjadi US$1.639,9 juta pada 2025.
Sementara itu, total impor dari Prancis pada Januari—Maret 2026 naik 138,81% menjadi US$835 juta dari periode yang sama tahun lalu senilai US$349,6 juta.
10 Komoditas Terbesar Impor Indonesia dari PrancisAdapun, kenaikan impor pada 2025 terutama ditopang oleh kelompok 10 komoditas utama yang mencapai US$1.282,7 juta atau sekitar 78,22% dari total impor Indonesia dari Prancis.
Data menunjukkan impor Indonesia dari Prancis pada 2025 masih didominasi barang-barang manufaktur berteknologi tinggi, terutama sektor aviasi, mesin industri, kosmetik, dan peralatan listrik.
- Kapal terbang dan bagiannya (HS 88) — US$269,7 juta
Komoditas terbesar berasal dari kelompok kapal terbang dan bagiannya (HS 88) dengan nilai mencapai US$269,7 juta atau berkontribusi 16,45% terhadap total impor Indonesia dari Prancis. Nilai impor pada kelompok ini melonjak 227,28% dibandingkan 2024 yang sebesar US$82,4 juta.
Secara tren dalam periode 2021—2025, impor kelompok ini tumbuh rata-rata 101,18% per tahun, menjadikannya komoditas dengan pertumbuhan tertinggi di antara 10 barang impor utama dari Prancis.
- Mesin-mesin/pesawat mekanik (HS 84) — US$256 juta
Posisi kedua ditempati kelompok mesin-mesin/pesawat mekanik (HS 84) dengan nilai impor US$256 juta pada 2025 atau menguasai 15,61% pangsa impor dari Prancis. Nilai tersebut turun tipis 2,22% dibandingkan 2024 sebesar US$261,8 juta.
- Minyak atsiri, kosmetik dan wewangian (HS 33) — US$156,3 juta
Komoditas terbesar berikutnya adalah minyak atsiri, kosmetik dan wewangian (HS 33) dengan nilai impor US$156,3 juta atau menyumbang 9,53% dari total impor Indonesia dari Prancis.
- Mesin/peralatan listrik (HS 85) — US$146,2 juta
Selanjutnya, Indonesia juga mengimpor mesin dan peralatan listrik (HS 85) senilai US$146,2 juta pada 2025 atau sekitar 8,91% dari total impor asal Prancis.
- Produk industri farmasi (HS 30) — US$115,3 juta
Untuk kelompok produk industri farmasi (HS 30) berada di posisi kelima dengan nilai impor US$115,3 juta pada 2025 atau berkontribusi 7,03% terhadap total impor dari Prancis.
- Perangkat optik dan alat medis (HS 90) — US$108,2 juta
Kelompok perangkat optik, fotografi, sinematografi, alat ukur, alat medis dan bagiannya (HS 90) menempati posisi keenam dengan nilai impor mencapai US$108,2 juta pada 2025 atau setara 6,60% dari total impor Indonesia dari Prancis. Nilainya meningkat 6,62% dibandingkan 2024 yang sebesar US$101,5 juta.
- Susu, mentega, dan telur (HS 04) — US$81,4 juta
Komoditas terbesar berikutnya adalah kelompok susu, mentega, telur, madu alam dan produk hewani lainnya (HS 04) dengan nilai impor mencapai US$81,4 juta pada 2025 atau sekitar 4,97% dari total impor Indonesia dari Prancis. Nilai tersebut meningkat 18,56% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar US$68,7 juta.
- Berbagai produk kimia (HS 38) — US$54,2 juta
Selanjutnya, kelompok berbagai produk kimia (HS 38) mencatat nilai impor sebesar US$54,2 juta pada 2025 atau menyumbang 3,30% dari total impor. Nilainya turun 15,44% dibandingkan 2024 yang sebesar US$64,1 juta. Dalam lima tahun terakhir, impor kelompok ini juga menunjukkan tren penurunan rata-rata 0,73% per tahun.
- Plastik dan barang dari plastik (HS 39) — US$49,8 juta
Impor plastik dan barang dari plastik (HS 39) mencapai US$49,8 juta pada 2025 atau sekitar 3,04% dari total impor Indonesia dari Prancis. Nilainya naik 5,16% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar US$47,4 juta.
- Barang-barang dari kulit (HS 42) — US$45,5 juta
Terakhir, kelompok barang-barang dari kulit (HS 42) berada di posisi kesepuluh dengan nilai impor sebesar US$45,5 juta pada 2025 atau setara 2,77% dari total impor Indonesia dari Prancis. Nilainya turun 6,21% dibandingkan 2024 yang mencapai US$48,5 juta.





